Sejarah Hari Pahlawan Tak Lepas dari Saksi Bisu Gedung Internatio

Gedung Internatio di Surabaya identik dengan Hari Pahlawan karena memiliki hubungan dengan pasukan Inggris.

Sejarah Hari Pahlawan Tak Lepas dari Saksi Bisu Gedung Internatio
Dokumen Intisari
Pertempuran 10 November 1945 di Surabaya | Intisari 

TRIBUNJATENG.COM - Sejarah Hari Pahlawan tidak lepas dari Gedung Internatio yang telah menjadi saksi bisu perjuangan masyarakat Surabaya melawan pasukan Inggris yang kini diperingati sebagai Hari Pahlawan.

Gedung Internatio di Surabaya identik dengan  Hari Pahlawan  karena memiliki hubungan dengan pasukan Inggris.

Menjelang Sejarah Hari Pahlawan yang jatuh pada 10 November setiap tahunnya, mari kita mengenal lebih jauh tentang Gedung Internatio, yang menjadi jejak pasukan Inggris di Surabaya.

Dikutip Grid.ID dari Wikipedia, Gedung Internatio dibangun oleh arsitek asal Belanda bernama Frans Johan Louwrens Ghijsels.

Gedung Intenatio yang terletak di persimpangan Jalan Rajawali dan Jalan Garuda, Surabaya, Jawa Timur ini menjadi saksi bisu sejarah perjuangan rakyat Surabaya melawan sekutu.

Pada pertempuran Surabaya yang kini diperingati sebagai Sejarah Hari Pahlawan, Gedung Internatio adalah monumen penting dalam sejarah perjuangan arek Suroboyo.

Memang, ketika mendengar kisah sejarah Hari Pahlawan, yang melekat di kepala adalah momen perobekan bendera Belanda yang terjadi di Hotel Yamato.

Namun, momen yang terjadi di Gedung Internatio juga terbilang penting.

Mengutip Kompas.com, gedung ini menjadi lokasi tewasnya pemimpin pasukan Inggris, Brigadir Jenderal Aubertin Mallaby.

Memang banyak yang mengira bahwa Mallaby tewas di Jembatan Merah yang berlokasi tidak jauh dari Gedung Internatio.

Namun sebenarnya, peristiwa tewasnya Mallaby terjadi di area Gedung Internatio.

Mengutip Tribun Jatim, tewasnya Mallaby di Gedung Internatio menjadi awal meletusnya pertempuran 10 November 1945.

Mallaby tewas di area Gedung Internatio karena gedung ini merupakan markas pasukan Inggris.

Gedung Internatio dijadikan markas setelah pasukan Inggris mendarat di pelabuhan Tanjung Perak pada tanggal 25 Oktober 1945. (*)

Editor: Catur waskito Edy
Sumber: Grid.ID
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved