Lapas Kedungpane Peringati Hari Pahlawan, WBP Asing Pakai Pakaian Adat Jawa dan Blangkon

Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas I Kedungpane, Semarang menggelar peringatan Hari Pahlawan bertajuk "The Gathering of Heroes"

Lapas Kedungpane Peringati Hari Pahlawan, WBP Asing Pakai Pakaian Adat Jawa dan Blangkon
TRIBUN JATENG/HESTY IMANIAR
Lapas Kedungpane Peringati Hari Pahlawan, WBP Asing Pakai Pakaian Adat Jawa dan Blangkon 

Laporan Wartawan Tribun Jateng, Hesty Imaniar

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas I Kedungpane, Semarang menggelar peringatan Hari Pahlawan bertajuk "The Gathering of Heroes" di lapangan serba guna Lapas Semarang, Senin (12/11/2018).

Acara tersebut dihadiri oleh Kepala Divisi Pemasyarakatan Kantor Wilayah Kementerian Hukum dan HAM Jawa Tengah, Kalapas Semarang, pejabat struktural, staf lapas Lapas serta perwakilan WBP dari padepokan blok.

Seluruh peserta menggunakan pakaian ala pahlawan dan baju tradisional daerah.

Kegiatan tersebut, di relay secara langsung melalui ID Zoom video teleconference yang terpusat di Direktorat Jenderal Pemasyarakatan secara serentak di seluruh Lapas di seluruh Indonesia.

Kegiatan ini bertujuan memberikan Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) semangat baru untuk mencapai kehidupan yang lebih baik, sehingga dapat memberikan kontribusi positif dalam setiap kegiatan dan pembangunan baik dalam keluarga maupun masyarakat.

Dan hal tersebut, sesuai dengan tujuan Sistem Pemasyarakatan yaitu Re-Integrasi Sosial.

Kalapas Semarang, Dadi Mulyadi mengatakan dengan semangat hari pahlawan, semua WBP dapat memahami definisi pahlawan secara luas, bahwa pahlawan adalah figur yang rela, bahkan dengan keikhlasan pendarma baktikan dirinya untuk kebahagiaan orang lain.

"Beliau rela melepaskan hidup dan matinya untuk sepenuhnya pengabdian bagi kemaslahatan," ungkap Dadi, Senin (12/11/2018).

Dalam kegiatan tersebut, juga ditampilkan pagelaran gamelan dengan lagu Manyar Sewu dan Ricik Ricik Banyumasan, pembacaan puisi dan pesan para pahlawan, serta kesenian yang lain.

Acara tersebut, juga tidak hanya diikuti oleh WBP kebangsaan Indonesia saja, melainkan WBP warga negara asing yang berasal dari Nigeria, Iran, dan Taiwan turut meramaikan kegiatan ini dengan ikut lomba nyanyi dan menari serta fashion show.

Salah satu WBP asal Nigeria, Alex (bukan nama sebenarnya) mengaku, senang dengan kegiatan tersebut.

Meski tidak tahu dan paham betul soal sejarah Hari Pahlawan di Indonesia, pihaknya mengaku respect dengan para pahlawan yang sudah berjasa di Indonesia.

"Dan setidaknya, masyarakat Indonesia juga tidak lupa dengan pahlawan negara mereka. Semoga, mereka juga bisa menjadi pahlawan bagi keluarga mereka, meski tidak harus membela negara," pungkasnya.(*)

Penulis: hesty imaniar
Editor: galih permadi
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved