Terombang-ambing Sentimen Eksternal, Nilai Tukar Rupiah Melorot ke Level Rp 14.820/Dolar AS

Terombang-ambing berbagai sentimen eksternal, rupiah kembali terkoreksi hampir 1% di penutupan perdagangan Senin (12/11/2018)

Terombang-ambing Sentimen Eksternal, Nilai Tukar Rupiah Melorot ke Level Rp 14.820/Dolar AS
TRIBUNNEWS/JEPRIMA
Petugas jasa penukaran uang asing saat menghitung pecahan 100 dolar AS di PT Ayu Masagung, Jakarta Pusat, Kamis (1/3/2018). Tribunnews/Jeprima 

TRIBUNJATENG.COM, JAKARTA - Terombang-ambing berbagai sentimen eksternal, rupiah kembali terkoreksi hampir 1 persen di penutupan perdagangan Senin (12/11/2018).

Di pasar spot, rupiah melemah 0,97 persen ke level Rp 14.820 per dolar Amerika Serikat (AS).

Sedangkan dalam data kurs tengah versi Jakarta Interbank Spot Dollar (JISDOR), turun sebesar 0,79 persen menjadi Rp 14.747 per dolar AS.

Penguatan dolar AS yang terlihat di indeks dolar hingga pukul 17.02 WIB sebesar 0,56 persen sejak penutupan pekan lalu juga turut menjadi sentimen terberat.

Kepala Ekonom Bahana Sekuritas Satria Sambijantoro mengatakan, tingginya indeks dolar memicu mata uang negara Paman Sam tersebut menguat terhadap mata uang regional.

Salah satu pemicu investor kembali membenamkan investasi di dolar AS adalah kekhawatiran pasar akan perang dagang antara AS dan China.

“Investor tadinya terlalu cepat menyimpulkan bahwa trade war segera usai setelah ada rencana perundingan antarkeduanya."

"Namun, kini tersadar, bahwa tak akan secepat itu,” kata Satria.

Presiden AS Donald Trump rencananya akan bertemu dengan Presiden Tiongkok Xin Jinping di akhir November dalam KTT G-20.

Menurutnya, penguatan yang cukup drastis pada rupiah lalu didorong oleh kondisi fundamental domestik yang dihujani data positif, sebelum akhirnya keluar data defisit neraca berjalan yang masih bengkak 3,73 persen dari Produk Domestik Bruto.

Halaman
12
Editor: galih pujo asmoro
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved