Breaking News:

Bea Cukai Musnahkan Ribuan Barang Tidak Dikuasai dan Barang Milik Negara

KPPBC tipe Pabean Tanjung Emas musnahkan ribuan barang tidak dikuasai, dan barang milik negara di tempat pembuangan akhir Jati Barang

Tribunjateng.com/Rahdyan Trijoko Pamungkas
Kantor Pengawasan Dan Pelayanan Bea Dan Cukai (KPPBC) tipe Pabean Tanjung Emas musnahkan ribuan barang tidak dikuasai, dan barang milik negara di tempat pembuangan akhir Jati Barang, selasa (13/11/2018). 

Laporan Wartawan Tribun Jateng Rahdyan Trijoko Pamungkas 

TRIBUNJATENG.COM,SEMARANG - Kantor Pengawasan Dan Pelayanan Bea Dan Cukai (KPPBC) tipe Pabean Tanjung Emas musnahkan ribuan barang tidak dikuasai, dan barang milik negara di tempat pembuangan akhir Jati Barang, selasa (13/11/2018).

Dari data yang diperoleh Tribunjateng.com, barang milik negara yang dimusnahkan berupa 2.523 item kosmestik, 1.262 item suplemen atau obat, 195 item sex toys, 212 botol MMEA, 409 kaleng bir, 200 karton rokok, 198 ball (gulung) pakaian bekas, 128 Ball kapas kondisi busuk, puluhan telepon genggam, serta barang elektronik bekas, senjata pedang maupun air softgun, benih atau biji-bijian tumbuhan kering, buah-buah, dan berbagai jenis makanan. 

Plh Kepala Kantor Pengawasan Dan Pelayanan Bea Dan Cukai (KPPBC) tipe Pabean Tanjung Emas, Isnu Irwantoro mengatakan barang tidak dikuasai, dan barang milik negara yang dimusnahkan itu dari periode 2014 hingga 2018.

Barang-barang tersebut hasil dari pencegahan dari petugas unit pengawasan. 

"Pelaksanaan importasi barang impor terdapat ketentuan larangan, dan pembatasan contohnya seperti makanan, obat-obatan, bibit, dan sebagainya. Ini persyaratan dari instasi terkait," jelasnya.

Barang-barang tersebut, kata dia, tidak memiliki persyaratan. Oleh karena itu pihaknya melakukan penindakan berupa barang tidak dikuasai, dan barang milik negara.

"Karena proses barang milik negara membutuhkan pengawasan, dan biaya yang tidak sedikit. Maka kami ajukan pemusnahan pada periode 2018 ini," terangnya.

Isnu menyebutkan masih ada barang-barang yang berada di penimbuan pabean. Barang-barang tersebut akan menyusul untuk dimusnahkan.

"Tujuan pemusnahan yaitu bea cukai selain melakukan pemungutan, juga merupakan Human protector yakni melindungi masyarakat dari masuknya barang impor yang berbahaya, dan mengganggu lingkungan," paparnya.

Menurut Isnu, ada 15 truk  mengangkut barang-barang tidak dikuasai, dan barang milik negara yang akan dimusnahkan. Setiap truk tersebut mengangkut tujuh ton.

"Kalau dari nilainya sekitar Rp 330.200.000. Barang-barang tersebut bukan hasil penyidikan melainkan murni mereka bawa dan diberitahukan. Terhadap item tersebut harus memenuhi larangan dan pembatasannya," tuturnya.

Ia menuturkan rata-rata masyarakat tidak mengetahui izin. Rata-rata masyarakat membawa makanan, dan minuman yang dikonsumsi sendiri. Akan tetapi untuk memasukkan barang-barang tersebut harus terdapat izin dari BPOM.

"Barang-barang itu di dapat dari Bandara, Kantor Pos, dan beberapa dari pelabuhan," tukasnya. (*)

Penulis: rahdyan trijoko pamungkas
Editor: muslimah
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved