BLU Trans Semarang Belum Mau Pasang CCTV Dalam Bus, Alasannya Boros

Badan Layanan Umum (BLU) Trans Semarang belum berencana memasang kamera closed circuit television (CCTV) di dalam bus Trans Semarang

BLU Trans Semarang Belum Mau Pasang CCTV Dalam Bus, Alasannya Boros
TRIBUN JATENG/HERMAWAN HANDAKA
Sejumlah pelajar sedang menunggu bis Trans Semarang di jalan Sutomo Kota Semarang, Selasa (16/10). Keberadaan BRT sangat membantu mengurangi kemacetan di Kota Semarang. 

Laporan Wartawan Tribun Jateng, M Zainal Arifin

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Badan Layanan Umum (BLU) Trans Semarang belum berencana memasang kamera closed circuit television (CCTV) di dalam bus Trans Semarang.

Meskipun, kamera CCTV tersebut dapat membantu pengungkapan kasus kriminal yang terjadi di dalam bus.

Pasalnya, telah terjadi aksi pencopetan yang menimpa seorang penumpang di dalam bus Trans Semarang, pekan lalu. Hanya saja, aksi tersebut digagalkan petugas BRT bersama penumpang lain dan menangkap basah pelaku.

"Sebenarnya 2017 lalu, kami sudah ada pengadaan CCTV yang dipasang di dalam bus. Ada tujuh bus di koridor 7 yang kami pasangi. Tapi dari hasil evaluasi, dampaknya tidak begitu signifikan justru pemborosan. Karena biayanya sangat mahal termasuk biaya perawatan," kata Kepala BLU Trans Semarang, Ade Bhakti Ariawan, Selasa (13/11/2018).

Ade mengakui dengan adanya kamera CCTV di dalam bus, dapat membantu pengungkapan suatu kasus yang terjadi.

Hanya saja, pihaknya telah meminimalisasi aksi tindak kriminal dengan memisahkan penumpang perempuan dan laki-laki.

"Kejadian tindak kriminal di dalam bus sudah turun drastis tidak seperti beberapa tahun lalu. Meski begitu, kami tetap mengantisipasinya dengan berbagai cara. Yang terpenting penumpang waspada dan menjaga barang bawaannya," ucapnya.

Terkait aksi pencopetan yang terjadi pekan lalu, Ade mengungkapkan, menimpa penumpang yang bernama Naeli Hidayati (23) warga Jambangan, Kecamatan Bawang, Kabupaten Batang. Naeli merupakan seorang mahasiswi salah satu perguruan tinggi di Kota Semarang.

Saat itu, Naeli hendak berangkat kuliah di dengan menaiki BRT Trans Semarang Koridor I. Di dalam bus, dompetnya dicopet oleh penumpang lain yang diketahui bernama Sugeng (52), warga Brangsong, Kebupaten Kendal. Aksinya lantas terpergok petugas BRT dan penumpang lain di shelter Jalan Pemuda.

Halaman
12
Penulis: m zaenal arifin
Editor: m nur huda
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved