Polda Jateng Terjunkan Berbagai Satuan Untuk Amankan Proyek Nasional PLN

Kepolisian Daerah Jateng akan dilibatkan dalam pengamanan proyek strategis nasional pembangunan transmisi saluran listrik tegangan tinggi

Polda Jateng Terjunkan Berbagai Satuan Untuk Amankan Proyek Nasional PLN
rival almanaf
Berjabat : General Manajer PLN Unit Induk Pembangunan Jawa Tengah Bagian Tengah II, Eko Priyanto (paling kanan) berjabat dengan Kapolda Jateng Irjen Pol Condro Kirono seusai penandatanganan kerjasama di Grand Candi Hotel Semarang, Selasa (13/11/2018). 

Laporan Reporter Tribun Jateng, Rival Almanaf

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Kepolisian Daerah Jateng akan dilibatkan dalam pengamanan proyek strategis nasional pembangunan transmisi saluran listrik tegangan tinggi yang dilaksanakan PLN Unit Induk Pembangunan Jawa Bagian Tengah II.

Pembangunan jaringan listrik itu akan membentang sepanjang 596 kilometer mulai dari Tanjung Jati, Jepara hingga Cikarang Bekasi. Dalam pembangunan transmisi dan gardu induk tegangan tinggi itu Polda Jateng akan menerjunkan personil dari berbagai satuan dan Polres-Polres yang ada.

Kapolda Jateng, Irjen Pol Condro Kirono menyebut proyek tersebut akan melintasi beberapa Polres di utara Jateng mulai dari Jepara hingga Brebes.

"Biasanya dalam proyek seperti ini ketegangan akan muncul saat proses penentuan harga ganti untung, pembebasan lahan, dan anggota kami akan melakukan upaya mulai dari preemtif, preventif, hingga penegakan hukum," terang Condro Kirono saat ditemui di Grand Candi Hotel, Semarang, Selasa (13/11/2018).

Upaya preemtif yang dilakukan polisi mulai dari sosialisasi dan negosiasi. Sedangkan preventif akan digelar patroli di lokasi proyek untuk mendapatkan gambaran terkini potensi-potensi yang bisa menyebabkan konflik.

"Jika memang ada unsur pelanggaran hukum maka akan ada penegakan yang dilakukan reskrim. Kami melibatkan satuan dari Binmas untuk sosialisasi termasuk hingga ke tingkat Bhabinkamtibmas, lalu ada Dalmas yang akan mendampingi saat pemasangan tower dan penarikan kawat saluran. Lalu reskrim akan bertindak saat memang ada pelanggaran hukum," terang Condro.

Meski demikian, ia berharap proyek strategis nasional itu bisa berjalan lancar dengan keterlibatan masyarakat. Ia memastikan PLN akan memberikan ganti keuntungan yang sudah ditentukan dari tim independen tentang berapa harga yang pas.

"Kalau memang masyarakat belum merasa harganya sesuai, kami harapkan untuk tidak main hakim sendiri, anarki atau melanggar hukum tapi bisa mengajukan gugatan ke pengadilan. Kalau nanti dimenangkan dan inkrah pasti PLN akan membayar ganti untung. Putusan pengadilan nanti yang akan diikuti, mereka tidak berani membayar lebih dari putusan pengadilan karena nanti bisa dikategarokan korupsi," terangnya.

Di lain sisi, General Manajer PLN Unit Induk Pembangunan Jawa Tengah Bagian Tengah II, Eko Priyanto menyebut saat ini proyek yang ditargetkan rampung pada 2019 itu sudah berjalan sejauh 90 persen.

"Pembangunan tower sudah selesai sekarang tinggal penarikan dengan kawatnya mudah mudahan tahun ini bisa kita laksanakan," terangnya saat ditemui di lokasi yang sama.

Meski demikian ia memaparkan memang ada beberapa kendala. Salah satunya adalah mengenai kesepakatan harga ganti untung dengan masyarakat. Salah satu yang masih alot tarik ulurnya adalah di daerah Kalinyamat, Jepara.

"Kami masih akan melakukan pendekatan lagi secara persuasif karena ini kepentingan umum jika transmisi satu gawang saja tidak tersambung ya aliran listrik tidak akan pernah sampai," terangnya.

Ia menyebut jika nantinya proyek itu selesai dibangun maka akan ada 300 megawatt arus yang bisa disalurkan ke masyarakat. Dengan demikian itu akan semakin meningkatkan keterjangkauan di kalangan pelanggan. (*)

Penulis: rival al-manaf
Editor: Catur waskito Edy
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved