Bupati Demak Tertarik Teh Lempuyang Kreasi Mahasiswa KKN UIN Walisongo Semarang

Mereka memamerkan hasil kreasinya dalam Expo KKN UIN Walisongo Semarang se-Kabupaten Demak.

Bupati Demak Tertarik Teh Lempuyang Kreasi Mahasiswa KKN UIN Walisongo Semarang
TRIBUN JATENG/ALAQSHA GILANG IMANTARA
Bupati Demak, M. Natsir dan Rektor UIN Walisongo Semarang, Prof. H. Dr. Muhibbin, M.Ag menikmati teh lempuyang buatan tim KKN Desa Lempuyang, Kecamatan Wonossalam Kabupaten Demak pada Selasa (12/11/2018) siang. Stand teh lempuyang merupakan satu diantara Ekspo KKN dalam peresmian program pengelolaan sampah terpadu di desa Mlaten, Kecamatan Mijen, Kabupaten Demak pada Selasa (12/11/2018) siang. 

Laporan Wartawan Tribun Jateng, Alaqsha Gilang Imantara

TRIBUNJATENG.COM, DEMAK - KKN UIN Walisongo Semarang berhasil mengubah daun jambu menjadi teh Lempuyang yang berkhasiat untuk kesehatan.

Mereka memamerkan hasil kreasinya dalam Expo KKN UIN Walisongo Semarang se-kabupaten Demak di Desa Mlaten, Kecamatan Mijen, Kabupaten Demak pada Selasa (13/11/2018) siang.

Bupati Demak, M Natsir dan Rektor UIN Walisongo Semarang Prof H Dr Muhibbin MAg tampak terkesan dan berlama-lama berada di Stand Expo Teh Lempuyang KKN UIN Walisongo Semarang tersebut.

Mahasiswa KKN pembuat teh Lempuyang , Alvin Cyzentio, mengatakan ide awalnya yaitu banyaknya jambu di Desa Lempuyang Kabupaten Demak, tetapi hanya bisa dipanen dalam tiga kali dalam setahun.

Itu menjadi problem bagi masyarakat yang mengandalkan ekonomi dari buah jambu.

"Setelah itu, kami melakukan diskusi panjang dengan pak lurah akhirnya terbesit pemikiran untuk melakukan inovasi pada daun jambu," ungkapnya.

Baca: Program Pengelolaan Sampah Diresmikan di Demak, Sampah Dioleh Jadi Tas Hingga Pakaian

Menurut dia, kebanyakan daun jambu dibuang sia-sia sehingga sangat disayangkan karena kandungan dari buah jambu sangat berkhasiat, sehingga terpikir untuk membuat daun jambu sebagai minuman tradisional teh.

"Teh Lempuyang dijual di ekspo Rp 10 ribu sedangkan diluar ekspo hanya Rp 8 ribu. Khasiatnya memilik antioksidan diatas 70 % dimana bisa mencegah adanya sel kanker payudara, antidiabetes, anti penyakit gula, menurunkan kolesterol dan maag," terangnya.

Dia berharap teh lempuyang  dilakukan peresmian sebagai BUMndes dan pemasarannya dibantu oleh dinas terkait, baik dinas pariwisata maupun perindustrian.

Halaman
12
Penulis: Alaqsha Gilang Imantara
Editor: suharno
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved