Selasa, 14 April 2026
Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Dubes Arab Saudi Bicara Imam Besar FPI Habib Rizieq, Inilah Katanya

Selama sekitar satu jam, Duta Besar Arab Saudi untuk Indonesia, Osama bin Mohammed Abdullah Al-Shuhaibi, berkunjung ke PP Muhammadiyah

KOLASE TRIBUN JATENG
Habib Rizieq Shihab imam besar Forum Pembela Islam (FPI) 

TRIBUNJATENG.COM, JAKARTA ‑ Selama sekitar satu jam, Duta Besar Arab Saudi untuk Indonesia, Osama bin Mohammed Abdullah Al-Shuhaibi, berkunjung ke PP Muhammadiyah, Menteng, Jakarta Pusat.

Dalam pertemuan terbatas itu, Al-Shuhaibi dan perwakilan dari PP Muhammadiyah turut membicarakan soal Pimpinan Front Pembela Islam (FPI), Rizieq Shihab, yang kini tinggal di Arab Saudi, jemaah haji Palestina, investasi pengusaha Arab Saudi di Indonesia hingga masalah lainnya.

Seusai pertemuan yang tertutup bagi awak media, Al-Shuhaibi menyempatkan waktu untuk menjawab pertanyaan awak media, termasuk soal Rizieq Shihab. Beberapa media menanyakan apakah Rizieq merupakan orang yang membahayakan bagi Pemerintah Arab Saudi?

Menjawab itu, Al-Shuhaibi menjelaskan, Rizieq merupakan seorang muslim dan warga negara Indonesia (WNI). "Saya kira Habib Rizieq Shihab bukan sosok yang menakutkan. Kalau beliau melakukan pelanggaran, tentu sudah dilakukan proses hukum sebagaimana di Arab Saudi maupun di Indonesia," ujarnya.

Dia juga mengatakan, tidak ada masalah dengan izin tinggal Rizieq Shihab di Arab Saudi, meskipun Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) menyatakan bahwa visa yang dipegang Rizieq sudah habis. "Kalau memiliki masalah di Arab, tentu sudah dipenjara. Namun kita lihat Rizieq masih dijamin kehidupannya oleh pemerintah Indonesia dan Arab Saudi," kata Al-Shuhaibi.

Ketika ditanya perihal kejelasan siapa orang yang menjamin dan mendanai kehidupan Rizieq di Arab Saudi, Al-Shuhaibi mengklarifikasi pernyataannya tersebut dengan mengatakan bahwa tak ada pihak mana pun yang mendanai kehidupan Rizieq di Arab. "Kita tidak mengatakan ada pendanaan, dia secara pribadi orang yang mampu soal finansial. Dia punya uang yang cukup untuk membiayai dirinya sendiri," katanya.

Duta Besar Indonesia (KBRI) untuk Arab Saudi, Agus Maftuh Abegebriel menjelaskan, visa yang dipegang Rizieq Shihab bersifat multiple, yakni bisa beberapa kali keluar‑masuk dengan masa berlaku satu tahun dan izin tinggal 90 hari per kedatangan. Visa Rizieq diketahui telah habis masa berlakunya, sejak 21 Juli 2018.

"Karena keberadaan MRS (Rizieq Shihab--Red) sampai hari ini masih berada di Kerajaan Arab Saudi, maka sejak tanggal 21 Juli 2018, MRS sudah tidak memiliki izin tinggal di Arab Saudi," kata Agus.

Sebelumnya, Rizieq sempat diperiksa oleh kepolisian Arab Saudi terkait pemasangan bendera berwarna hitam yang diduga terkait gerakan ekstremis di belakang rumahnya. Bendera tersebut dianggap oleh otoritas Kerajaan Arab Saudi sebagai simbol kelompok ekstremis. Atas hal ini, Kementerian Luar Negeri memberikan pendampingan pada Rizieq. Belakangan kepolisian Arab Saudi melepas Rizieq.

Ketua Umum Persaudaraan Alumni 212, Slamet Ma'arif menuturkan kini Rizieq Shihab sudah kembali ke rumah dan dalam keadaan sehat, Rizieq Shihab juga sudah menerima tamu di rumahnya.

Sementara itu, Sekretaris Umum PP Muhammadiyah, Abdul Mu'ti menyampaikan, meski Rizieq Shihab bergelar habib, dia tidak serta merta mendapat perlakuan istimewa dari Pemerintah Arab Saudi. "Tidak ada, tidak ada (perlakuan istimewa) dia (Duta Besar Arab Saudi Osama bin Mohammad Al-Shuhaibi) menyebut dia warga negara Indonesia, dia orang Islam," ujar Mu'ti di kantor PP Muhammadiyah, Jakarta, Selasa. (Tribun Network/fel/dan/wly)

Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved