Sindir Sandiaga Uno, Ruhut Sitompul: Bentar-bentar Minta Maaf

Sandiaga Uno langkahi makam. Ruhut Sitompul menyindir calon wakil presiden nomor urut 2, Sandiaga Uno.

Sindir Sandiaga Uno, Ruhut Sitompul: Bentar-bentar Minta Maaf
KOLASE TRIBUN JATENG/INSTAGRAM/YOUTUBE/NET
Sandiaga uno dan Ruhut Sitompul 

Dalam video berdurasi 0.15 detik yang beredar 5 hari belakangan, tampak Sandiaga menziarahi makam Kiai Bisri dan menaburkan bunga. Pada salah satu adegan, Sandi tampak melangkahi makam Kiai Bisri.

Tayangan dalam video itu kemudian memunculkan reaksi banyak orang, terutama warga Nahdliyin, sebab cawapres nomor urut 02 itu dianggap tidak memiliki tata krama dan tidak mengerti tata cara berziarah.

Menurut Gus Salam, peristiwa yang terjadi saat itu berlangsung secara spontan. Dia meyakini, tindakan itu bukan kesengajaan dari Sandiaga Uno.

Baca: DARURAT PENJAHAT KELAMIN: Tiga Remaja di Lampung Sekap Gadis di Bawah Umur dan Gauli Bergilir

Baca: Terlalu Lama Bekerja di Satu Pekerjaan Berbahaya Bagi Karier

Baca: Timnas Indonesia Tampil Buruk, Bima Sakti Beralasan Anak Asuhnya Tertekan

Baca: Fakta-fakta tentang Kartu Nikah, Ada Barcode dan Terhubung Aplikasi

Gus Salam menyatakan apresiasinya atas permintaan maaf yang dilakukan Sandiaga Uno. Dia berharap, peristiwa itu bisa menjadi pembelajaran bagi semua pihak.

"Semoga, kejadian ini bisa menjadi pelajaran bagi kita semua. Baik bagi Pak Sandi, kami, dan juga bagi warga Nahdliyin," harapnya. Terakhir, Gus Salam meminta agar polemik terkait tata cara Sandi saat menziarahi makam Kiai Bisri diakhiri.

"Yang terpenting bagi kami, permintaan maaf dari Pak Sandi ini bisa diterima oleh warga Nahdliyin dan bisa menghentikan segala kontroversi," katanya.

"Kita sebagai santri, sebagai warga Nahdliyin, dimana sudah diajarkan oleh ulama-ulama kita untuk selalu memaafkan orang yang salah, kami harap beliau dimaafkan. Apalagi, beliau sudah minta maaf," pungkas pengasuh Pesantren Denanyar itu.

Kiai Haji Bisri Syansuri adalah pendiri Pondok Pesantren Denanyar, Jombang. Ulama ahli Fiqh (ilmu hukum islam) itu diketahui memiliki andil dalam berdirinya organisasi Nahdlatul Ulama (NU).

Kiai Bisri adalah kakek dari Presiden Republik Indonesia ke-4, Abdurrahman Wahid (Gus Dur). Kakek Gus Dur ini meninggal dunia pada 25 April 1980 dan dimakamkan di komplek pemakaman Pesantren Denanyar Jombang. (TribunJateng.com/Woro Seto)

Penulis: Wahyu Ardianti Woro Seto
Editor: abduh imanulhaq
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved