Tahun 2018 Nilai Investasi Batang Capai Rp 8,5 Triliun, Nomor Dua di Jateng

Bupati Batang Wihaji menjadi narasumber Seminar Nasional Pengembangan Sumber Daya Wilayah Pantura.

Tahun 2018 Nilai Investasi Batang Capai Rp 8,5 Triliun, Nomor Dua di Jateng
Istimewa
Bupati Batang, Wihaji saat mendapat cendramata dari Rektor Universitas Pekongan Suryani, SH MHum usai menjadi narasumber dalam seminar, Rabu (14/11/2018). 

Laporan Wartawan Tribun Jateng, Dina Indriani

TRIBUNJATENG.COM,BATANG - Kabupaten Batang memiliki daya tarik yang tinggi sebagai tempat investasi.

Tidak hanya memiliki sumber daya energi listrik namun juga mimiliki infrastruktur yang cukup seperti pelabuhan niaga, jalan tol dan jalan pantura.

Hal tersebut dipaparkan Bupati Batang Wihaji saat menjadi narasumber Seminar Nasional Pengembangan Sumber Daya Wilayah Pantura Dalam Rangka Pengetahuan Ekonomi Kreatif di Era Revolusi Industri 4.0 yang berlangsung di Universital Pekalongan, Rabu (14/11/2018).

"Nilai investasi kita tahun 2018 mencapai Rp 8,5 triliun yang masuk dalam peringkat ke dua Jawa Tengah, di tahun 2017 nilai invastasi mencapai Rp 6,08 miliar dengan perkiraan penyerapan temaga kerja 9084," ujarnya.

Menurutnya investasi dan pariwisata dua kesatuan yang tidak bisa di pisahkan di Kabupaten Batang, dengan adanya investasi berkembang bertumuh pula usaha ekeonomi kreatif dari Usaha Mikro Kecil Menegah (UMKM), sekarang pun banyak bermunculan wisata desa yang tak kalah menarik dengan wisata yang dimiliki Pemkab.

Baca: Indeks Pembangunan Manusia Kabupaten Batang Terus Naik, Bupati Wihaji Targetkan Lebihi Jateng

Dijelaskannya Kabupaten Batang mempunyai program menciptakan seribu pemuda desa berwirausaha yang sudah berjalan di Dinas Lingkungan Hidup 40 peserta, Disparperta 75 peserta Dinas Perindustrian dan Perdagangan 100 peserta, Dinas Kelutan Perikanan dan Peternakan 80 peserta, serta di Dinas Tenaga kerja 415 peserta.

"Dalam pelatihan kita datangkan pemodal atau Bank dan pasarnya, sehingga setelah pelatihan peserta bisa dapat modal usaha modal ketrampilan wirausaha dan pasarnya pun jelas," ujarnya dalam rilis yang diterima Tribunjateng, Rabu (14/11/2018).

Dengan kemajuan teknologi begitu cepat merubah pola hidup masyarakat baik budaya, sampai dengan ekonomi, tek pelak persaingan ekonomi semakin terbuka dengan maraknya toko - toko online.

"Untuk pelatihan penciptaaan pemuda berwirausaha kita juga latih penggunaan teknologi digital untuk memasarkan guna peningkatan produknya, kita juga punya program one vilage one Produk yang sudah kita kuatkan dengan regualasi Surat Keputusan ( SK) Bupati," terangnya.

Dalam regulasi Pemkab telah diterbitkan Perda No 2 Tahin 2013 tentang Penanan Modal, Perda No 1 Tahun 2017 tentang pemberdayaan usaha mikro kecil dan Menengah, Peraturan Bupati No 53 tahun 2015 tentang penyelanggaraan panfaatan teknologi infprmasi dan komunikasi dalam proses pemerintahan ( e-goverment), Peraturan Bupati No 53 tahun 2015 tentang program pembangunan dan pengembangan smart city.

" Batang miliki wilayah geografis yang termasuk komplit ada laut, daratan dan pegunungan sehingga tagline kita Heaven Of Asia atau surganya Asia, karena apa yang lue mau gua ada dari wisata huburan, wisata alam dan kuliner kita ada semuanya,"jelas Wihaji

Dijelaskan juga untuk menyukseskannya harus ada komitmen dari Pemerintah Daerah, yaitu komitmen Kepala Daerah memiliki 45 persen, regulasi atau sistem 40 persen regulasi dan 15 persennya lain-lain. (*)

Penulis: dina indriani
Editor: suharno
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved