TERBARU: Jalan Tol Solo-Ngawi Siap Beroperasi

Peresmian seluruh seksi jalan tol sepanjang 90,43 kilometer (km) tersebut, akan diresmikan oleh Presiden Joko Widodo.

TERBARU: Jalan Tol Solo-Ngawi Siap Beroperasi
TRIBUNJATENG/SUHARNO
TOL SOLO-NGAWI- Jalan tol Solo-Ngawi sepanjang 25 kilometer mulai dioperasikan sebagai jalur alternatif bagi para pemudik, Rabu (29/6/2016). Jalur alternatif dari Klodran, Karanganyar hingga Pungkruk, Sragen yang dioperasikan hingga H+7 Lebaran ini dioperasikan terbatas dari jam 06.00 hingga 17.00 WIB bagi kendaraan kecil. TRIBUNJATENG / SUHARNO 

TRIBUNJATENG.COM, JAKARTA - Perkembangan konstruksi fisik dan pembebasan lahan Jalan Tol Solo-Ngawi telah rampung 100 persen dan telah lulus uji laik operasi.

Peresmian seluruh seksi jalan tol sepanjang 90,43 kilometer (km) tersebut, akan diresmikan oleh Presiden Joko Widodo.

Direktur Utama PT Jasamarga Solo Ngawi David Wijayatno menyampaikan, pihaknya tinggal menunggu peresmian Jalan Tol Solo-Ngawi Segmen Sragen-Ngawi.

“Jalan Tol Solo-Ngawi yang Seksi Solo-Sragen itu sudah diresmikan sepanjang 35 km. Seksi Sragen-Ngawi sepanjang 51 km semua sudah selesai, semua administrasi juga sudah selesai, tinggal menunggu jadwal Pak Presiden kapan bisa diresmikan. Kapan saja kita sudah siap untuk beroperasi,” ujar David, dalam keterangan tertulis, Rabu (13/11/2018).

Jalan Tol Solo-Ngawi dikelola oleh salah satu kelompok usaha Jasa Marga, yakni PT Jasamarga Solo Ngawi (JSN).

Jalan Tol Solo-Ngawi terbagi atas tiga seksi, yakni Seksi 1 Ngawi-Klitik sepanjang 4 km sudah beroperasi sejak 30 Maret 2018, Seksi 2 Solo-Sragen (35 km) sudah diresmikan 17 Juli 2018, dan Seksi 3 Sragen-Ngawi (51 km) yang sudah siap diresmikan.

Dengan nilai investasi mencapai Rp 11,34 triliun, masa konsesi jalan tol ini adalah 40 tahun dengan Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) berkisar 82,82 persen.

Jalan Tol Solo-Ngawi menghubungkan Kabupaten Boyolali, Kota Surakarta, Kabupaten Karanganyar, Kabupaten Sragen di Jawa Tengah dan Kabupaten Ngawi di Jawa Timur.

Untuk memudahkan mobilisasi pengguna, jalan tol ini dilengkapi dengan delapan Gerbang Tol (GT), yakni GT Colomadu, GT Bandara Adi Sumarmo, GT Ngemplak, GT Purwodadi, GT Karanganyar, GT Sragen, GT Sragen Timur dan GT Ngawi.

Sementara itu, di sela-sela ekspedisi Tembus Tol Trans Jawa Menteri BUMN Rini M. Soemarno, didampingi Direktur Utama Jasa Marga Desi Arryani.

"Keberadaan jalan tol ini dapat membawa berbagai manfaat bagi masyarakat sekitar. Sejumlah manfaat tersebut antara lain meningkatkan aksesibilitas wilayah Jawa Tengah dan Jawa Timur, menggerakkan roda perekonomian wilayah-wilayah di sekitar jalan tol, memperlancar distribusi barang dan jasa, serta mendorong sektor pariwisata di Solo Raya," kata Desi.

Desi juga menyebut adanya jalan tol ini dapat memangkas waktu tempuh Solo menuju Ngawi dari dua jam menjadi hanya satu jam.

Jalan Tol Solo-Ngawi sendiri merupakan bagian dari jaringan Jalan Tol Trans Jawa yang tergabung dalam Proyek Strategis Nasional (PSN).

Pada arus mudik dan balik Lebaran 2018 lalu, Jalan Tol Solo-Ngawi telah dioperasikan tanpa tarif sebagai jalan tol fungsional. Kala itu, peran jalan tol fungsional Solo-Ngawi terbukti memperlancar arus mudik dan balik Lebaran tahun ini. (*)

Editor: Catur waskito Edy
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved