BERITA LENGKAP : Jenazah Empat Korban Pembunuhan Satu Keluarga di Bekasi Dikubur Satu Liang

Jenazah empat orang korban pembunuhan keji di Bekasi Jawa Barat, yakni ayah, ibu dan dua anak mereka

BERITA LENGKAP : Jenazah Empat Korban Pembunuhan Satu Keluarga di Bekasi Dikubur Satu Liang
KOMPAS.COM/DEAN PAHREVI
Rumah kontrakan kediaman satu keluarga yang dibunuh di Jalan Bojong nangka II RT 002 RW 07, Kelurahan Jatirahayu, Kecamatan Pondok Melati, Kota Bekasi, Selasa (13/11/2018). 

Karo Penmas Divisi Humas Polri Brigjen Pol Dedi Prasetyo mengatakan, jika insiden tersebut merupakan pembunuhan, pihaknya menduga ada motif dendam dari si pelaku. "Dari pengalaman dan dari hasil yang ditangani kepolisian (sebelumnya). Kalau sadis dan yang dibunuh bukan satu orang, itu ada latar belakang dendam. Ini dari hasil pengalaman yang sudah dikerjakan kepolisian," ujar Dedi Prasetyo.

Baca: Nafa Urbach Dipanggil Bawaslu Magelang Karena Dianggap Kampanye Pakai Mobil Pelat Merah,

Meski begitu, Dedi Prasetyo menjelaskan bahwa hal tersebut barulah dugaan sementara, karena proses penyelidikan masih dilakukan oleh Polres Metro Bekasi Kota. "Setiap case (kasus) punya karakter sendiri, tidak bisa sama. Secara umum oke lah, kalau secara global ya itu bisa dibilang ‘diduga’. Tapi kasus pembunuhan sadis dan lebih dari satu orang, mayoritas karena dendam," ujar Dedi Prasetyo.

Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Argo Yuwono mengungkapkan sejauh ini pihaknya telah mengambil barang-barang yang dinilai berkaitan dengan pembunuhan tersebut. "(Barang bukti) Baju korban. Semua yang ada kaitannya kami jadikan barbuk. Ya ada banyak, tdk bisa saya sampaikan semuanya, gak mungkin. Yg penting ada kita kumpulkan," kata Argo di Mapolda Metro Jaya.

Pengumpulan sejumlah barang bukti pembunuhan disebut Argo sebagai metode induktif. Barang-barang yang ada saat peristiwa berlangsung diharapkan bisa mengarahkan kepolisian kepada terduga pelaku pembunuhan.

Baca: BMKG Pasang Alat Peraga di Taman Pintar Untuk Kenalkan Potensi Bencana ke Generasi Muda

"Intinya yang pertama dari tim masih bekerja, tim bekerja mulai dari dua metode, kalau pembunuhan ada induktif dan deduktif. Induktif kita mencari TKP, apakah ada barang bukti ditinggalkan, barang buktinya apa yang kita temukan, apa sidik jari atau bekas kaki," tutur Argo.

Sementara itu sebuah foto yang tersebar memperlihatkan kondisi bagian dalam rumah dimana pembunuhan satu keluarga terjadi. Dalam foto tersebut terlihat ada darah terhampar di lantai dengan kondisi perabotan rumah cukup berantakan.

Di atas darah itu terlihat ada jejak sepatu. Begitu pula di sekitarnya banyak terlihat jejak sepatu. Ini tentunya bisa menjadi petunjuk bagi polisi dalam mengungkap kasus ini.

Sebab dari ditemukannya jejak sepatu di rumah pembunuhan satu keluarga di Bekasi, maka polisi bisa menentukan jumlah pelaku pembunuhannya.

Baca: Gempa Hari Ini: Terjadi 15 Kali Guncangan di Berbagai Tempat di Indonesia

Selain itu polisi juga bisa menentukan jenis kelamin pelaku pembunuhannya. Berikutnya polisi juga menentukan ukuran tubuh para pelaku pembunuhnya. Selain itu polisi juga bisa menentukan apa saja yang dilakukan para pelaku pembunuhan di dalam rumah dari jejak kakinya. Misalnya kemana saja pelaku berjalan di dalam rumah, sehingga bisa diketahui motif pembunuhan tersebut. Apakah perampokan, atau motif lainnya.

Tangis Histeris

Halaman
123
Editor: Catur waskito Edy
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved