BMKG Pasang Alat Peraga di Taman Pintar Untuk Kenalkan Potensi Bencana ke Generasi Muda

BMKG dalam rangka memperkenalkan alat peraga gempa sejak dini telah memasang di berbagai tempat.

BMKG Pasang Alat Peraga di Taman Pintar Untuk Kenalkan Potensi Bencana ke Generasi Muda
SHUTTERSTOCK
Gempa bumi. 

TRIBUNJATENG.COM - BMKG dalam rangka memperkenalkan alat peraga gempa sejak dini telah memasang di berbagai tempat.

Diantaranya pemerintah Kota Yogyakarta bersama Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika, BMKG menandatangani perjanjian kerjasama tentang penempatan peralatan peraga Meteorologi Klimatologi Geofisika untuk pembelajaran bagi pengunjung di Taman Pintar, Rabu (14/11/2018).

Kepala BMKG, Dwikorita Karnawati menjelaskan bahwa kerjasama tersebut penting dilakukan dan diteruskan karena usia bumi sudah mulai tua, baik dari sisi atmosfir dan lempengan buminya.

Baca: Gempa : Mamasa Diguncang Gempa Beberapa Kali Secara Beruntun

Ia menyampaikan bahwa dalam pertemuan dunia pada Januari 2018, dikatakan keberlanjutan pertumbuhan ekonomi dunia sangat dipengaruhi lima hal yakni perubahan iklim global, cuaca ekstrim, bencana, cyber attack, dan pencurian data.

"Tiga dari lima itu terkait dengan BMKG. Kita siapkan masa depan untuk generasi penerus. Mereka yang menjaga keberlanjutan dunia ini. Kita bertanggung jawab membangun budaya, bukan sekadar pendidikan atau mapel untuk waspada cuaca," bebernya, di Science Theatre Taman Pintar, Rabu (14/11/2018).

Baca: Gempa Hari Ini: Terjadi 15 Kali Guncangan di Berbagai Tempat di Indonesia

Wanita yang pernah menjabat sebagai Rektor UGM tersebut mengatakan, Indonesia hanya 2-3 kali mengalami siklon tropis sejak bertahun-tahun yang lalu hingga pada 2014 silam.

Namun, lanjutnya, sejak November 2017, muncul siklon tropis cempaka dan selang seminggu muncul siklon tropis dahlia.

"Ini sesuatu yang langka. Namun gejala ini akan jadi sesuatu yang dianggap normal dan semakin sering. Berikut juga gempa. Hingga 20 tahun terakhir terjadi 5.500 gempa per tahun, dan dari gempa tersebut yang dirasakan warga 350-360 gempa per tahun," ungkapnya.

Dwikorita mengungkap, khusus di Indonesia, pada 2018 sampai September 2018 sudah tercatat 8.000 gempa dengan berbagai kekuatan. Dari jumlah tersebut gempa yang kekuatannya di atas 5 SR sebanyak 350 kali.

"Maka dari itu, kita harus menyiapkan generasi waspada cuaca, peduli iklim, dan memahami gempa. Tujuan kami memasang display BMKG di Taman Pintar ini adalah menanamkan budaya waspada dan siap ketika ada bencana," ucapnya. (*)

Editor: Catur waskito Edy
Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved