Pelanggaran Lalu Lintas Yang Terekam CCTV Akan Diproses Satlantas Melalui ETLE

Namun mereka yang kedapatan melakukan pelanggaran akan difoto melalui CCTV yang ada di jalanan Kota Semarang.

Pelanggaran Lalu Lintas Yang Terekam CCTV Akan Diproses Satlantas Melalui ETLE
Tribun Jateng/Dhian Adi Putranto
Petugas ATCS sedang memantau lalulintas untuk merekam tindakan pelanggaran lalu lintas, Senin (25/9/2017) 

Laporan Reporter Tribun Jateng, Rival Almanaf

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Satlantas Polrestabes Semarang berencana akan menerapkan Electronic Traffic Law Enforcement (ETLE) untuk menegakan pelanggaran kendaraan bermotor pada awal Desember 2018 mendatang.

Dengan sistem tersebut polisi tidak akan lagi mengejar dan menilang.

Namun mereka yang kedapatan melakukan pelanggaran akan difoto melalui CCTV yang ada di jalanan Kota Semarang.

"Mekanismenya adalah pelanggaran akan direkam petugas Dishub melalui CCTV petugas kepolisian lalu akan mengidentifikasi melalui smart regident center jadi kita bisa mendapat data kepemilikan dan alamat," terang Kasatlantas Polrestabes Semarang, AKBP Yuswanto Ardi, ketika dikonfirmasi di Pos Simpang Lima, Kamis (15/11/2018).

Baca: Kapolda Jawa Tengah: 80 Orang Meninggal Setiap Hari Karena Kecelakaan Lalu Lintas

Meski alamat pemilik kendaraan langsung bisa diketahui, namun ia tidak serta merta mengirimkan surat tilang.

Pertama yang akan dikirim petugas kepolisian melalui kantor Pos adalah surat konfirmasi.

"Apakah benar kendaraan tersebut milik anda dan anda yang mengemudikan. Kurang lebih akan seperti itu konfirmasinya. Lalu diberikan waktu empat hari untuk mengkonfirmasi kembali ke petugas kepolisian melalui telepon atau Whatsapp call center yang tertera di surat itu," imbuh Ardi.

Jika kemudian dikonfirmasi benar, maka polisi baru akan mengirimkan surat tilang.

Setelah itu, pelanggar bisa membayar denda tilang melalu E Tilang dengan mentransfer ke BRI atau mendatangi sidang.

Namun jika dilakukan pembiaran, selama kurun waktu empat hari setelah surat sampai maka akan dilakukan pemblokiran STNK.

Baca: Tak Kuat Menanjak, Truk Tronton Pembawa Paku Bumi Mogok, Arus Lalu Lintas Bendan Duwur Tersendat

Jika hal itu terjadi maka pemilik kendaraan tidak akan bisa melakukan perpanjangan STNK atau mutasi sebelum denda tilang dibayarkan.

"Untuk membuka blokir harus melalui proses berita acara terlebih dahulu dan pelunasan denda tilang baru kemudian pemilik STNK bisa melakukan perpanjangan, mutasi, dan perubahan identitas," beber Ardi. (*)

Penulis: rival al-manaf
Editor: suharno
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved