Selasa, 14 April 2026
Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Sebagian Air Sumur di Pekalongan Utara dan Selatan Tak Layak Konsumsi

Tiga kelurahan yaitu Kelurahan Klego, Krapyak dan Poncol diambil contoh airnya oleh Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Pekalongan

Penulis: budi susanto | Editor: galih pujo asmoro
Tribun Jateng/Budi Susanto
Petugas uji lab dari DLH Kota Pekalongan tengah menguji contoh air sumur di Kelurahan Klego, Pekalongan Timur, Kamis (15/11/2018). 

Laporan Wartawan Tribun Jateng, Budi Susanto

TRIBUNJATENG.COM, PEKALONGAN - Tiga kelurahan yaitu Kelurahan Klego, Krapyak dan Poncol diambil contoh airnya oleh Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Pekalongan.

Pengambil contoh air tersebut dilakukan untuk mengetahui kualitas air sumur galian mulai dari tingkat keasaman atau pH, suhu dan kandungan bakteri.

Dijelaskan Hadi Riskiyanto, Kasi Pengelolaan Laboratorium Lingkungan Bidang Pengendalian Pencemaran dan Kerusakan Lingkungan DLH Kota Pekalongan.

Pengambilan contoh air dan uji laboratorium air sumur rutin dilakukan.

"Di tahun 2018, DLH mengambil 15 titik untuk 15 kelurahan di mana tiap kelurahan diambil 2 sampel pada musim kemarau untuk memastikan adanya pencemaran atau tidak," katanya, Kamis (15/11/2018).

Dijelaskannya, mayoritas warga Kota Pekalongan tidak lagi menggunakan sumur galian, mereka beralih menggunakan sumur Pamsimas (Penyediaan Air Minum dan Sanitasi Berbasis Masyarakat).

"Pengambilan sampel air dan uji lab kami lakukan dengan sistem jemput bola yaitu langsung mendatangi lokasi, kemudian contoh air yang sudah diambil, diuji oleh petugas analisa laboratorium dan hasilnya bisa diketahui langsung," jelasnya.

Pengambilan sampel yang telah dilakukan di tahun 2018, dituturkan Hadi, telah ditemukan air sumur galian di daerah Pekalongan Utara seperti daerah Bandengan, kualitas airnya sudah tidak layak dikonsumsi.

Hal itu dikarenakan tingginya kandungan garam yang membuat air menjadi berubah warna dan rasa menjadi asin.

"Sedangkan untuk bagian Selatan yang mayoritas daerahnya berdekatan dengan kawasan industri batik mengindikasikan adanya pencemaran COD (Chemical Oxygen Demand) yang tinggi."

"Konsentrasi COD yang tinggi dalam air menunjukkan adanya bahan pencemar organik dan jumlah mikroorganisme yang dapat menimbulkan berbagai penyakit bagi manusia."

"Kami berharap setelah ada pengambilan sampel dan uji lab ini, warga Kota Pekalongan lebih bijaksana dalam menggunakan air dan merawat lingkungan," ujarnya. (*)

Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved