Sutini BMI yang Sempat Koma Usai Pulang dari Singapura Sudah Bisa Buka Mata
Sutini, Buruh Migran Indonesia (BMI) asal Desa Kalitengah Kecamatan Purwanegara Banjarnegara membuat hati siapapun miris.
Penulis: khoirul muzaki | Editor: m nur huda
Laporan Wartawan Tribun Jateng Khoirul Muzakki
TRIBUNJATENG.COM, BANJARNEGARA - Kisah Sutini, Buruh Migran Indonesia (BMI) asal Desa Kalitengah Kecamatan Purwanegara Banjarnegara membuat hati siapapun miris.
Ia yang baru enam bulan bekerja sebagai Asisten Rumah Tangga (ART) di Singapura harus pulang lebih awal ke Indonesia karena kesehatannya yang memburuk.
Belum sempat melampiaskan kerinduan dengan keluarga, sesaat setelah sampai di rumah, Sutini harus dilarikan ke Puskesmas karena demam tinggi. Ia lanjut tak sadarkan diri atau koma yang membuatnya harus dilarikan ke rumah sakit Emanuel Klampok, akhir Oktober 2018.
Sutini yang masuk ICU kemudian dirawat di ruang VIP sempat koma sekitar 9-10 hari hingga akhirnya kini bisa membuka mata. Meski demikian, Sutini yang tubuhnya kering itu belum dapat diajak komunikasi.\
Baca: Kabar Gembira! TKW Sutini yang Sempat Koma Sudah Bisa Buka Matanya
Kondisi Sutini yang memprihatinkan usai pulang dari luar negeri ini menimbulkan tanda tanya. Apakah kondisi fisiknya yang memburuk itu berkaitan dengan perlakuan majikannya terhadapnya.
Terlebih, kasus penyiksaan atau perlakuan tak manusiawi terhadap BMI di luar negeri sudah umum terdengar.
Front Mahasiswa Nasional cabang Purwokerto bersama organisasi lain saat ini tengah menelusuri jejak Sutini di tempat penempatan hingga ia pulang dalam kondisi sakit. Mereka juga melacak PT yang memberangkatkan Sutini ke luar negeri untuk dimintai pertanggungjawaban.
Di sisi lain, otoritas Rumah Sakit Emanuel enggan membuka rekam medis Sutini karena berkaitan dengan perlindungan privasi pasien.
Tetapi secara umum, Direktur RS Emanuel Samuel Zacharias menjelaskan, dari hasil pemeriksaan, pihaknya tidak mendapati adanya tanda kekerasan pada tubuh korban.
"Tanda kekerasan tidak kami dapatkan. Yang kami dapatkan sesuai penyakitnya radang otak dan selaput otak yang menyebabkan terjadinya koma,"katanya
Kondisi itu lah yang disebutnya menyebabkan Sutini tak sadarkan diri atau koma selama beberapa hari. Samuel mengatakan, saat dirujuk ke RS Emanuel, 31 Oktober lalu, Sutini sudah dalam kondisi koma setelah sebelumnya dirawat di rumah sakit.
Karena kondisinya yang serius, ia langsung masuk ke ruang ICU untuk mendaparkan perawatan intensif. Tim medis harus melakukan operasi kecil untuk memudahkan proses pengeluaran lendir yang bercokol dalam tubuh perempuan itu.
"Cukup lama karena harus ada jalur untuk bersihkan lendir. Akhirnya dibersihkan dengan jarak yang lebih dekat dengan sumber lendir. Dengan pembersihan lendir yang lebih baik, akhirnya bisa lepas dari bantuan mesin nafas,"katanya
Dokter yang menangani Sutini, Prasetyo mengatakan, Sutini menderita infeksi pada saluran selaput otak. Tetapi ia memastikan kondisi wanita setengah baya itu sudah membaik.
Sutini sudah bisa membuka mata meski belum bisa diajak bicara. Sutini kini tinggal memasuki tahap pemulihan.
Untuk itu, pihaknya memberikan obat antibiotik untuk membantu menekan pertumbuhan kuman.
"Tinggal pemulihan saja," katanya.(*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jateng/foto/bank/originals/sutini-tkw-yang-sempat-koma.jpg)