Unnes Kembali Gelar Festival Ketoprak Gaul, Catat Waktunya

urusan Bahasa dan Sastra Jawa Fakultas Bahasa dan Seni Universitas Negeri Semarang (FBS Unnes) bakal kembali menggelar Festival Kethoprak Gaul.

Unnes Kembali Gelar Festival Ketoprak Gaul, Catat Waktunya
TRIBUN JATENG/DENI SETIAWAN
Ini adalah satu dari beberapa adegan pementasan ketoprak gaul yang dimainkan kelompok Ketoprak Kumarapanji dengan lakon Labuh Tresno di Gedung B6 Fakultas Bahasa dan Senin Universitas Negeri Semarang (FBS Unnes), Kampus Sekaran Kecamatan Gunungpati Kota Semarang, Sabtu (2/12/2017) petang. Itu adalah satu dari tujuh kelompok dalam Festival Ketoprak Gaul ke VI Unnes Tahun 2017. 

Laporan Wartawan Tribun Jateng, Deni Setiawan

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG -  Sebagai agenda rutin tahunan, Jurusan Bahasa dan Sastra Jawa Fakultas Bahasa dan Seni Universitas Negeri Semarang (FBS Unnes) bakal kembali menggelar Festival Ketoprak Gaul.

“Tahun ini adalah tahun ke 7 untuk Festival Ketoprak Gaul tersebut. Tahun ini, kami gelar selama 2 hari yakni Sabtu (17/11/2018) dan Minggu (18/11/2018). Total ada 5 kelompok atau penampil,” terang Sucipto Hadi Purnomo kepada Tribunjateng.com, Kamis (15/11/2018).

Dosen Sastra Jawa FBS Unnes serta penggagas festival tersebut membeberkan, kelompok penampil pada Sabtu (17/11/2018) pukul 18.30 hingga pukul 20.10 yakni Ketoprak Kamagotra dimana bakal membawa lakon Laku Lakon.

“Pukul 20.10 hingga pukul 21.50 yakni Ketoprak Siddhyakara berlakon Darmagandhul. Terakhir, Kethoprak Cakrawala berlakon Geger Penangsang yang tampil pukul 21.50 hingga pukul 23.30,” ucapnya.

Sedangkan pada Minggu (18/11/2018), lanjut Sucipto, terdapat 2 penampil. Yakni Ketoprak Bestaryatma berlakon Sabda Naga Punjer Nyawa yang bakal tampil pukul 18.30 hingga pukul 21.10.

“Lanjut hingga pukul 21.50 yakni Ketoprak Dineshcara berlakon Tresna Tan Kena Winayuh. Setelah seluruh kelompok tampil, di malam yang sama atau pada pukul 22.00, panitia akan mengumumkan penampil-penampil terbaik dan diberi penghargaan,” tandasnya.

Berkait festival itu, terangnya, sengaja dilabeli kata gaul agar para anak-anak muda, atau notabene adalah para mahasiswa mau secara sukarela menyaksikan ketoprak. Tidak dimungkiri, generasi muda saat ini seakan-akan alergi ketika mendengar kata itu.

"Tidak sekadar labelnya, dalam konsep hingga penampilan di tiap kelompok kami juga tuntut gaulnya itu. Sehingga secara langsung maupun tidak langsung membuat para penonton bisa menikmati dan berangsur-angsur suka menonton kethoprak,” ucapnya.

Bagian Kehumasan Festival Ketoprak Gaul FBS Unnes Dhoni Zustiyantoro menambahkan, festival yang dilaksanakan di Gedung B6 FBS Unnes Kampus Sekaran Kecamatan Gunungpati Kota Semarang itu terbuka untuk umum. Artinya tidak sebatas penontonnya adalah mahasiswa.

“Meskipun kelompok-kelompok penampil itu diberikan kebebasan untuk mengasumsikan label gaul tersebut, tidak serta-merta mengesampingkan sisi penggunaan bahasa ataupun unggah-ungguhnya. Festival ini juga dimaksudkan guna pembelajaran bahasa Jawa,” tandasnya. (dse)

Penulis: deni setiawan
Editor: m nur huda
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved