Kursi Rektor ITS Surabaya Diperebutkan Guru Besar dan 7 Doktor

Suksesi pemilihan rektor Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Surabaya kembali digelar tahun ini.

Kursi Rektor ITS Surabaya Diperebutkan Guru Besar dan 7 Doktor
OTOMOTIF/TRIBUNNEWS.COM
Mobil Listrik Nasional (Molina) karya mahasiswa Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Surabaya 

TRIBUNJATENG.COM, SURABAYA -- Suksesi pemilihan rektor Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Surabaya kembali digelar tahun ini.

Panitia pemilihan rektor mencatat ada 15 pendaftar calon rektor ITS periode 2019-2024 menggantikan Prof Joni Hermana. Delapan diantaranya guru besar dan 7 lainnya doktor.

Ke-15 pendaftar berasal dari 7 fakultas yang ada di ITS, yakni Fakultas Ilmu Alam, Fakultas Matematika, Komputasi, dan Sains Data, Fakultas Teknik Sipil, Lingkungan, dan Kebumian, Fakultas Arsitektur, Desain, dan Perencanaan, Fakultas Teknologi Industri, Fakultas Teknologi Elektro, dan Fakultas Teknologi Kelautan.

Mereka adalah Prof Dr Agus Rubiyanto Meng Sc, Hamzah Fansuri SSi MSi PhD, Prof Dr Basuki Widodo MSc, Prof Drs Nur Iriawan MIKom PhD, Ir Mas Agus Mardyanto ME PhD, Dr Ing Ir Bambang Soemardiono, dan Adjie Pamungkas ST MDevPlg PhD. Selanjutnya, Bambang Pramujati ST MScEng PhD, Prof Dr Ir Sulistijono DEA, Prof Dr Ir Heru Setyawan MEng, Prof Dr Ir Aulia Siti Aisjah MT, Prof Ir Mochamad Ashari Meng PhD, Prof Dr Ir Adi Soeprijanto MT, Dr Eng Muhammad Badrus Zaman ST MT, serta Suntoyo ST Meng PhD.

Baca: Pembunuhan Satu Keluarga : Pelaku Mengaku Gunakan Linggis dan Dibuang di Kali Malang

Sekretaris Panitia Pemilihan Rektor ITS 2018 Ayi Syaeful Bahriq mengatakan, ke-15 pendaftar berasal dari berbagai kalangan, latar belakang dan pengalaman kerja.

"Saat ini sedang berproses, Kamis hari terakhir pemaparan rencana strategi pengembangan kampus oleh para calon rektor," katanya saat dikonfirmasi, Kamis (15/11/2018).

Ada beberapa kualifikasi syarat yang ditetapkan panitia untuk calon rektor ITS 2019-2024 antara lain, pernah menjabat fungsional minimal lektor kepala dan berusia maksimal 60 tahun pada saat pelantikan resmi rektor.

Selain itu harus berpendidikan minimal adalah doktor (S3) dan juga memiliki pengalaman pernah menjabat sebagai ketua jurusan, kepala departemen, atau yang setara dan berada di atasnya.

"Pengalaman menjabat di berbagai posisi menurut kami mencerminkan kematangan kebijakan yang akan dilakukan nanti kedepannya," jelas Ayi.

Setelah melewati tahap pemaparan visi dan misi, bakal calon rektor memasuki masa minggu tenang hingga pada jadwal pemilihan pada 21-22 November 2018 nanti yang melibatkan kalangan mahasiswa, tenaga kependidikan dan kalangan dosen.

"Ini untuk memilih 15 bakal calon rektor menjadi 5 bakal calon rektor. 5 bakal calon terpilih akan dipilih senat menjadi 3 calon. 3 calon ini yang dipilih okeh majelis wali amanah," pungkasnya. (*)

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Guru Besar dan 7 Doktor Berebut Kursi Rektor ITS Surabaya"

Penulis: tri_mulyono
Editor: Catur waskito Edy
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved