Pembunuh Satu Keluarga Diringkus di Kaki Gunung Guntur Kabupaten Garut

Polisi menangkap HS, terduga pelaku pembunuh satu keluarga yang terdiri empat orang dalam pembunuhan satu keluarga di Bekasi, Jawa Barat.

Pembunuh Satu Keluarga Diringkus di Kaki Gunung Guntur Kabupaten Garut
tribunnews
Mobil jenis Nissan Xtrail bernomor polisi B 1075 UOC terparkir di halaman Polres Metro Bekasi Kota, Kamis (15/11/2018). Mobil ini menjadi salah satu barang bukti kasus pembunuhan satu keluarga di Bekasi. Pembunuh satu keluarga di Bekasi ditangkap. 

TRIBUNJATENG.COM, JAKARTA - Polisi menangkap Haris Simamora, terduga pelaku pembunuh satu keluarga yang terdiri empat orang dalam pembunuhan satu keluarga di Bekasi, Jawa Barat.

Pembunuh Satu Keluarga di Bekasi Ditangkap saat hendak mendaki Gunung Guntur, Kabupaten Garut, Jawa Barat, Kamis (15/11), dua hari pascapembunuhan sadis yang menewaskan ayah, ibu, dan dua anak-anak. ternyata pelaku masih keluarga korban.

"Sampai di Garut, kami mendapatkan HS terduga pembunuhan di bekasi ada di kaki Gunung Guntur. Di sana dia berada di suatu rumah atau saung," ujar Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Argo Yuwono, di Polda Metro Jaya, Jakarta, Kamis (15/11).

Dari hasil pemeriksaan diketahui Haris Simamora merupakan pengangguran yang masih memiliki hubungan saudara dengan Maya Ambarita, korban.

Menurut Kombes Argo, keberadaan HS diketahui berdasarkan laporan dari masyarakat. Penangkapan dilakukan Rabu (15/11) sekitar pukul 22.00 WIB.

Kepada petugas, HS mengaku hendak naik gunung. Polisi lalu melakukan penggeledahan terhadap barang yang dibawa oleh HS.

"Setelah kita geledah ada kunci mobil merek Nissan kemudian ada handphone. Lalu ada uang Rp 4 juta di sana," ujar Argo Yuwono. Kemudian pihak kepolisian langsung membawa HS ke Jakarta untuk dilakukan pemeriksaan.

Empat orang dalam satu keluarga ditemukan tewas di rumahnya Jalan Bojong Nangka II, Jatirahayu, Pondok Melati, Kota Bekasi, Jawa Barat, Selasa (13/11) dini hari.

Korban tewas yakni, Diperum Nainggolan (38 tahun), ayah, Maya Boru Ambarita (37), ibu, dan dua anak mereka yakni Sarah Nainggolan (9), putri, dan Arya Nainggolan (7), putra.

Keluarga Diperum Nainggolan ditemukan tewas semua. Diperum dan istri ditemukan tewas, tergeletak di ruang televisi rumahnya. Adapun kedua anak mereka, ditemukan tidak bernyawa di kamar tidur.

Halaman
1234
Editor: Catur waskito Edy
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved