Haris Simamora Naik Gunung Menenangkan Diri

Tersangka pelaku pembunuh satu keluarga di Bekasi, Haris Simamora akhirnya diperlihatkan ke publik oleh pihak kepolisian

Haris Simamora Naik Gunung Menenangkan Diri
Fahdi Fahlevi/Tribunnews.com
Tersangka pelaku pembunuhan sekeluarga di Bekasi, Haris Simamora (HS) 

TRIBUNJATENG.COM -- Tersangka pelaku pembunuh satu keluarga di Bekasi, Haris Simamora akhirnya diperlihatkan ke publik oleh pihak kepolisian saat rilis pengungkapan kasus ini di Mapolda Metro Jaya, Jumat (16/11). Haris yang masih berumur 23 tahun tampak mengenakan baju tahanan berwarna oranye. Dia diapit petugas kepolisian yang bersenjata lengkap.

Haris hanya menunduk selama jalannya rilis tersebut. Dia tidak mau melihat awak media yang melancarkan pertanyaan. Seusai rilis, Haris kembali dibawa ke ruang tahanan. Ia tidak menjawab satu pun gelontoran pertanyaan yang dilayangkan awak media.

Polisi menyebut HS sebagai terduga pelaku pembunuhan sadis ini. HS diamankan di sebuah saung saat akan melakukan pendakian di Gunung Guntur di Garut pada Rabu (14/11) malam. Dari tangan HS polisi mengamankan sejumlah barang bukti, salah satunya kunci mobil X-Trail tersebut.

Wakapolda Metro Jaya, Brigjen Pol Wahyu Hadiningrat, mengungkapkan Haris mengaku hobi mendaki gunung. "Berdasarkan keterangannya memang pelaku ini hobinya naik gunung. Jadi maksudnya untuk menenangkan diri dia naik gunung," ujar Wahyu di Polda Metro Jaya, Jakarta, Jumat (16/11).

Sebelum mendaki gunung, dia sudah keburu ditangkap pihak kepolisian. Polisi menangkap saat dirinya sedang beristirahat di sebuah saung atau gubuk. "Tapi sebelum naik sudah ketangkap pada saat dia persiapan naik, tidur di saung itu sudah ditangkap," kata Wahyu.

Bukti dan fakta di lapangan, mengarah kuat pada Haris sebagai tersangka. Polisi menemukan sejumlah bercak darah di mobil Nissan X-Trail yang dikendarai Haris Simamora, pria terduga pelaku pembunuhan satu keluarga di Bekasi, Jawa Barat. Mobil tersebut merupakan kendaraan yang raib dari kediaman korban setelah pembunuhan terjadi. Mobil ternyata dikendarai Haris dan diparkirkan di sebuah indekos di kawasan Cikarang, Jawa Barat.

"Nanti kami cek hasil labfor, karena tadi pagi kami sudah melakukan olah TKP di mobil, ternyata kami temukan HP korban dua buah ada di situ, ada darahnya di HP tersebut lalu kami ambil untuk labfor," papar Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Argo Yuwono.

Argo mengatakan, bercak darah juga ditemukan di gagang pintu kanan mobil dan di karpet bagian bawah kursi pengemudi. "Lalu di pedal gas ada darah. Itu juga kami ambil semuanya. Kemudian juga ada di seat belt ada darah, kami ambil," tuturnya.

Argo Yuwono menyebut selain menggeledah mobil Nissan X-Trail yang dikendarai Haris, terduga pembunuh satu keluarga di Bekasi, polisi juga menggeledah kamar indekos HS di Cikarang. Di dalam kamar, polisi menemukan bercak darah di celana hitam milik HS.

"Di kamarnya ditemukan celana warna hitam panjang yang ada darahnya. Ini semua sudah kami ambil darahnya sebagai sampel dan akan kami cocokkan. Nanti labfor menggunakan pemeriksaan ilmiah," ujar Argo.

Saat ini polisi tengah mencocokkan apakah bercak-bercak darah yang ditemukan identik dengan darah para korban. Sebelumnya, bercak darah juga ditemukan di tubuh keluarga Diperum Nainggolan (38) yang didapati tewas di rumahnya, Jalan Bojong Nangka II, Kelurahan Jatirahayu, Kecamatan Pondok Melati, Kota Bekasi, Jawa Barat, Selasa (12/11) pagi. (tribunnews/fah/rio)

Editor: Catur waskito Edy
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved