Pembunuh Satu Keluarga : Dua Anaknya Terbangun saat Ayah-Ibu Dibunuh

Pembunuhan keji menimpa empat orang dalam satu keluarga di Bekasi, Jawa Barat, dilakukan Haris Simamora, seorang diri.

Pembunuh Satu Keluarga : Dua Anaknya Terbangun saat Ayah-Ibu Dibunuh
Fahdi Fahlevi/Tribunnews.com
Tersangka pelaku pembunuhan sekeluarga di Bekasi, Haris Simamora (HS) 

"Kami sudah melakukan pencarian kemarin, namun arus sungai sangat deras dan pencarian kami hentikan sementara," kata Argo.

Polisi telah menetapkan Haris Simamora sebagai tersangka pembunuhan satu keluarga di Bekasi. Polisi juga sudah melakukan penahanan. Kombes Argo mengatakan, dari hasil penyelidikan, Haris Simamora membunuh keluarga Diperum Nainggolan seorang diri.

"Untuk sementara itu. Sementara yang bersangkutan sendiri (melakukan pembunuhan)," ujar Argo.

Meski demikian, polisi masih mengembangkan penyidikan untuk memastikan ada tidaknya tersangka lain dalam kasus ini. "Nanti kami masih pengembangan ke (tersangka) yang lain," tuturnya.

Rabu lalu sekitar pukul 22.00 WIB polisi menangkap Haris di kaki Gunung Guntur, Garut, Jawa Barat. Saat diamankan dia tengah berada di sebuah gubuk kecil atau saung tempat para pendaki beristirahat. Ia mengaku hendak mendaki gunung malam itu, untuk menenangkan jiwa dan pikrian.

Polisi kemudian menggeledah tas Haris Simamora dan menemukan sebuah ponsel, uang senilai Rp 4 juta, dan kunci mobil Nissan X-Trail yang raib dari rumah korban dan terparkir di kosnya. Haris Simamora kemudian digelandang ke Jakarta untuk diperiksa secara intensif. Polisi telah menahan Haris dan menetapkannya sebagai tersangka pembunuhan.

Terancam Hukuman Mati

Menurut Wakapolda Metro Jaya, Brigjen Wahyu Hadiningrat, Haris Simamora telah merencanakan pembunuhan dengan motif dendam karena kerap menerima marah dan hinaan dari korban. Haris Simamora mersa sering dihina. Kadang-kadang dibangunkan Diperum menggunakan kaki.

"Dia sudah merencanakan pembunuhan beberapa hari sebelumnya karena merasa sakit hati dengan korbannya," ujar Wakapolda Brigjen Wahyu.

Wahyu melanjutkan, atas perbuatannya, Haris Simamora terancam hukuman mati. "Tindak pidana yang terjadi yaitu pembunuhan berencana dan pencurian dengan kekerasan yang menyebabkan kematian, di mana pasal yang diterapkan adalah 365 ayat 3, kemudian 340 dan 338 KUHP dengan ancaman hukuman mati. Jadi dia (Haris Simamora) terancam hukuman pidana mati," ujar Wakapolda.

Halaman
1234
Editor: Catur waskito Edy
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved