Banjir Rob Jadi Alasan Target Pendapatan Asli Daerah Pariwisata Kota Pekalongan Belum Terpenuhi

Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kota Pekalongan dari sektor pariwisata, masih jauh dari yang ditargetkan oleh pemerintah daerah.

Banjir Rob Jadi Alasan Target Pendapatan Asli Daerah Pariwisata Kota Pekalongan Belum Terpenuhi
TRIBUN JATENG/BUDI SUSANTO
Jalan Pasar Baru, Pekalongan Utara terendam air setinggi mata kaki orang dewasa, Jumat (9/11/2018). 

Laporan Wartawan Tribun Jateng, Budi Susanto

TRIBUNJATENG.COM, PEKALONGAN - Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kota Pekalongan dari sektor pariwisata, masih jauh dari yang ditargetkan oleh pemerintah daerah.

Hal tersebut dikarenakan bencana rob yang melanda pesisir Kota Batik.

Adapun sektor pariwisata memiliki delapan obyek yang menjadi sumber pendapat, yakni Pantai Pasir Kencana, Pantai Slamaran, Museum Batik, GOR Jetayu, Stadion Hoegeng, Lapangan Tenis PDAM dan Pusat Informasi Mangrove. Serta Pantai Pasir Kencana.

Catatan Dinas Pariwisata, Kebudayaan, Pemudan dan Olahraga (Dinparbudpora), Oktober lalu capaian Pendapat Asli Daerah (PAD) yang sudah didapat baru 49 persen atau sebesar Rp 485 juta lebih dari target Rp 1 miliar.

Dijelaskam Kepala Dinparbudpora Kota Pekalongan, Sutarno mengatakan, PAD yang ditargetkan masih jauh dari pendapat, walaupun dari 8 obyek wisata Pantai Pasir Kencana ditargetkan tertinggi dalam hal PAD.

Baca: Video Detik-Detik Vicky Prasetyo Gerebek Rumah Angel Lelga Bawa Polisi, Niat Buktikan Perselingkuhan

"Pantai Pasir Kencana merupakan lokasi wisata dengan target tertinggi yakni mencapai Rp 796 juta dalam satu tahun. Namun pertengahan tahun lalu beberapa lokasi diterjang banjir rob dan gelombang besar termasuk Pantai Pasir Kencana, dan dampaknya, jumlah kunjungan wisatawan sangat minim. Sehingga capaian PAD masih rendah. Hingga Oktober, capaiannya baru Rp 301 juta atau 38 persen dari target," ujarnya, Senin (19/11/2018).

Sutarno menambahkan, pihaknya sudah melakukanan pembenahan di obyek wisata Pantai Pasir Kencana.

Namun banjir rob yang melanda Mei lalu berdampak yang cukup besar, karena obyek wisata tersebut tergenang air selama satu bulan.

"Karena tergenang tidak ada wisatawan yang masuk. Beberapa sarana dan prasarana juga rusak. Sehingga ke depan pembenahan di Pantai Pasir Kencana akan menjadi fokus dan prioritas," imbuhnya.

Baca: Hasil Tes SKD CPNS 2018 di Jateng dan Daerah Lain, Peserta Lolos Passing Grade Cek di Sini

Masih dijelaskannya, pihaknya akan mulai benahi sarana dan prasarana yang rusak sekaligus menata kios di kawasan wisata Pantai Pasir Kencana.

Selain Pantai Pasir Kencana, obyek wisata lain yang akan dikembangkan untuk meningkatkan PAD adalah Pusat Informasi Mangrove (PIM).

Sutarno menuturkan potensi PIM cukup besar untuk dikembangkan. Pasalnya tahun ini target pendapatan dari PIM mencapai 195 persen.

"Tahun depan, Dinparbudpora berencana menambah jogging track dan juga toko souvenir untuk menarik minat wisatawan," tambahnya. (*)

Penulis: budi susanto
Editor: suharno
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved