Liputan Khusus

Geliat Bisnis Hostel untuk Wisatawan Backpakeran Suka Menginap di Kamar Murah Dekat Kota Semarang

Memang di Kota Semarang sudah terdapat sekitar 60 hotel berbintang yang siap menampung wisatawan

Geliat Bisnis Hostel untuk Wisatawan Backpakeran Suka Menginap di Kamar Murah Dekat Kota Semarang
TRIBUN JATENG/LIKE ADELIA
Hostel Imam Bonjol Semarang 

Bagi tamu ekspatriat, biasanya mereka tinggal selama tiga hari. Berdasarkan cerita yang , Tajuddin M.Z dapat, kebanyakan turis mancanegara memilih tinggal di hostel dibanding hotel karena biaya lebih murah.

Sebab dalam traveling, para bule ini biasanya membutuhkan waktu dua-tiga bulan untuk bisa menjelajah sebagian besar daerah di Indonesia. Sehingga mereka harus menghemat pengeluaran, khususnya untuk biaya menginap.

Selain itu, alasan lainnya karena para bule ingin merasakan sensasi kearifan lokal tinggal di perkampungan warga.

Terkait tarif, Tajuddin M.Z tidak membedakan antara wisatawan asing maupun lokal. Harga satu kamar untuk diisi dua orang cuma Rp175 ribu sudah termasuk sarapan pagi berupa teh/kopi hangat serta snack.

Adapun kelengkapan fasiltas yang disediakan di dalam kamar antara lain, tempat tidur untuk dua orang, kamar mandi dalam dan luar, lemari pakaian, TV, serta AC. Jika tamu tersebut membawa lebih dari dua orang maka ia biasanya menambah biaya Rp50 ribu.

Selain hostel, istrinya juga ikut membuka usaha cafe di area rumah. Buka mulai pukul 11.00 sampai malam hari, dengan menyediakan berbagai makanan, minuman dan oleh-oleh khas Semarang seperti lumpia, tahu bakso dan lain sebagainya.

"Alhamdulilah sejauh ini respon tamu cukup baik, Saya lihat di booking.com rating hostel saya ini bisa dapat 8.2 poin. Saya sendiri kaget karena kan yang menilai langsung dari customer," imbuhnya.

Menurutnya, syarat untuk mendirikan hostel atau tempat penginapan backpacker tidaklah susah. Tinggal merubah fungsi dan memasarkan melalui travel online. Ditambah lagi keterampilan bisa berbahasa Inggris. Karena cukup banyak bule yang suka memilih tinggal di hostel.

Selain turis mancanegara, hostelnya juga kerap dipakai untuk tamu lokal yang memiliki keperluan di Semarang seperti daftar kuliah, acara nikahan, atau keperluan dinas. Sejauh ini kontribusi turis masih kalah dibandingakan tamu lokal dengan perbandingan 70:30 persen.

Menurut Tajuddin M.Z tidak ada bulan-bulan tertentu bagi turis mancanegara ramai menginap di hostelnya. Namun secara keseluruhan tempat penginapannya bakal ramai pada Desember hingga malam pergantian tahun.

Halaman
123
Editor: Catur waskito Edy
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved