Kamis, 7 Mei 2026
Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Satpol PP Jateng Bukannya Beri Sanksi Pelanggar Fungsi Trotoar, Tapi Diberi Sekuntum Mawar

Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Jawa Tengah menyerahkan sekuntum bunga mawar untuk pengendara sepeda motor.

Tayang:
Penulis: Daniel Ari Purnomo | Editor: galih permadi
TRIBUN JATENG/DANIEL ARI PURNOMO
Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Jawa Tengah menyerahkan sekuntum bunga mawar untuk pengendara sepeda motor. 

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Jawa Tengah menyerahkan sekuntum bunga mawar untuk pengendara sepeda motor.

Cindera mata itu diberikan, khusus pemotor yang melanggar aturan satu arah dan penyalahgunaan fungsi trotoar di sepanjang Jalan Indraprasta, Kota Semarang, Senin (19/11) siang.

Warga Pindrikan, Wahyu menuturkan cukup terhibur melihat giat tersebut. Rumahnya tak jauh dari lokasi sosialisasi.

"Adem lihatnya. Biasanya Satpol bawa pentungan, kali ini bawa bunga untuk diberikan ke pemotor yang melanggar aturan," katanya.

Dia membenarkan banyak warga kampung setempat memanfaatkan trotoar untuk lawah arah. Perilaku itu seakan menjadi kewajaran, karena adanya aturan jalan satu arah.

"Kalau dibilang saya ya memang salah. Tapi mau bagaimana lagi? Sama-sama warga ya biar saja," tambahnya.

Kasatpol PP Provinsi Jateng, Sinoeng Noegroho Rachmadi mengatakan kebanyakan warga lebih menghargai petugas yang menindak secara edukatif. Bukan dengan hukuman fisik.

"Operasi simpatik ini tetap dengan bunga. Petugas Kami akan terus-menerus mengawal dengan strategi edukatif kepada masyarakat. Harus ramah, namun tetap tegas,"kata Sinoeng.

Pemilihan giat simpatik di Jalan Indraprasta, lanjut dia, karena seringnya pelanggaran lalu lintas. Yang paling banyak adalah pelanggaran lawan arah melalui trotoar.

"Alasannya sama, karena rumahnya dekat. Sehingga memilih lawan arah. Kalau searah, jarak tempuhnya semakin jauh. Itu salah, jangan ditiru," katanya.

Penerima penghargaan Birokrat Inspiratif 2018 dari Kemenko Polhukam itu menambahkan semestinya pemotor menyadari bahaya berkendara melawan arah, bagi diri sendiri dan pejalan kaki di trotoar.

Sinoeng berujar trotoar dikhususkan untuk pejalan kaki. Bukan motor bahkan pedagang kaki lima (PKL).

Giat simpatik itu digelar Satpol PP Jateng sepengetahuan Dinas Perhubungan Kota Semarang dan Satlantas Polrestabes Semarang. (*)

Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved