Bermitra Bersama UII Yogyakarta, UPGRIS Semarang Kembangkan Genset Tenaga Surya

UPGRIS Semarang bersama UII Yogyakarta menyerahkan Genset Tenaga Surya (GTS) di Kabupaten Sleman Provinsi DIY, Minggu (18/11/2018).

Bermitra Bersama UII Yogyakarta, UPGRIS Semarang Kembangkan Genset Tenaga Surya
Istimewa
Universitas PGRI Semarang (UPGRIS) bersama Universitas Islam Indonesia (UII) Yogyakarta menyerahkan Genset Tenaga Surya (GTS) di Kabupaten Sleman Provinsi DIY, Minggu (18/11/2018). 

Laporan Wartawan Tribun Jateng, Deni Setiawan

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Universitas PGRI Semarang (UPGRIS) bersama Universitas Islam Indonesia (UII) Yogyakarta menyerahkan Genset Tenaga Surya (GTS) di Kabupaten Sleman Provinsi DIY, Minggu (18/11/2018).

Penyerahan secara simbolis ini disaksikan perwakilan Kementerian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi (Kemenristekdikti) RI.

Sesuai keterangan yang disampaikan kepada Tribunjateng.com, Rabu (21/11/2018), Kabag Publikasi dan Website BSU UPGRIS Ahmad Ripai menerangkan, GTS tersebut merupakan hasil kemitraan dari kedua kampus tersebut.

"Ada 3 dusun yang kami serahkan, dimana itu merupakan daerah terdampak erupsi Gunung Merapi pada 2010 silam. Ketiga dusun yang dimaksud adalah Dusun Ngepringan, Gungan, dan Cakran Desa Wukirsari Kecamatan Cangkringan Kabupaten Sleman,” terangnya kepada Tribunjateng.com, Rabu (21/11/2018).

Baca: RRI Akan Hadirkan Lucky Idol dan Didi Kempot Meriahkan Konser Kebangsaan di UPGRIS

Secara umum, lanjutnya, genset bertenaga surya tersebut dimaksudkan untuk membantu masyarakat setempat dalam kaitannya bagian antisipasi terjadinya pemadaman listrik.

GTS yang diciptakan tersebut terjamin pula sebagai genset ramah lingkungan.

“Kelebihan dari GTS itu, setidaknya bisa menyimpan energi matahari untuk kemudian diubah menjadi energi listrik. Daya yang dihasilkan sekitar 220 volt. Untuk mengoperasikan genset tersebut pun tidak memerlukan bahan bakar baik itu premium maupun solar,” terang Ketua Tim UPGRIS Dr Achmad Buchori.

Dia pun menerangkan kelebihan yang dimiliki pada genset tersebut.

Beberapa di antaranya adalah terdapat aki dimana itu berfungsi sebagai penyimpan energi listrik hasil paparan sinar matahari.

Lalu kapasitasnya bisa mencapai sekitar 1.200 watt per jam.

“Dalam penciptaan produk tersebut, kami gunakan melalui Program Penerapan Teknologi Tepat Guna kepada Masyarakat (PPTTG) dimana itu merupakan program dari Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM) Kemenristekdikti RI Tahun 2018,” jelasnya.

Berkait hal tersebut, pihaknya atau dalam hal ini UPGRIS bersama UII Yogyakarta pun telah berkomitmen untuk terus mengembangkan produk inovatif tersebut.

Harapannya, nilai kebermanfaatan tersebut ke depan akan semakin luas dirasakan oleh masyarakat.

“Sementara ini atau kami pilih di Desa Wukirsari karena selama ini atau pasca erupsi Merapi, kerapkali mengalami mati lampu. Itu mengapa kemudian kami coba kembangkan bersama-sama untuk kemudian hasilnya kami serahkan sebagai bagian pengabdian terhadap masyarakat,” tukas Buchori. (*)

Penulis: deni setiawan
Editor: suharno
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved