Mualif Palsukan STNK dengan Kertas HVS, Selembar Dihargai Rp 50 Ribu

Aksi pemalsuan STNK ini terungkap oleh jajaran Satreskrim Polres Kudus setelah sebelumnya mengungkap kasus pencurian motor.

Penulis: Rifqi Gozali | Editor: m nur huda
Tribun Jateng/ Rifqi Gozali
Gelar perkara pemalsuan STNK di Mapolres Kudus Desa Klaling, Kecamatan Jekulo, Kudus, Rabu (21/11/2018).  

Laporan Wartawan Tribun Jateng, Rifqi Gozali

TRIBUNJATENG.COM, KUDUS – Untuk melengkapi surat kendaraan curian ada saja cara yang dilakukan. Satu di antaranya yaitu dengan memalsukan surat tanda nomor kendaraan (STNK). Pelaku pemalsu STNK yaitu Muallif.

Pria berusia 30 tahun asal Desa Kragan, Kecamatan Kragan, Kabupaten Rembang itu nekat memalsukan karena ada permintaan dari seorang bernama Ruslan yang merupakan warga Desa Karangharjo, Kecamatan Kragan.

Atas perilakunya, kini keduanya harus menjalani hari-hari di balik jeruji besi.

Aksi pemalsuan STNK ini terungkap oleh jajaran Satreskrim Polres Kudus setelah sebelumnya mengungkap kasus pencurian motor.

Rupanya motor yang menjadi barang bukti pencurian tersebut lengkap dengan STNK. Setelah diusut ternyata STNK palsu.

“Saat ini pelaku pencurian telah menjalani proses hukum,” kata Kasatreskrim Polres Kudus, AKP Agus Supriadi saat gelar perkara di Mapolres Kudus yang baru, Rabu (21/11/2018).

Dari hasil penyidikan dari tersangka pencurian, akhirnya polisi menangkap Ruslan sebagai pemesan STNK palsu. Sedangkan yang mencetak yaitu Muallif. Dia memiliki usaha jasa foto kopi di Desa Gandrirojo, Kecamatan Sedan, Kabupaten Rembang.

Dari keterangan Ruslan, dia berniat membantu seorang untuk membuat STNK sepeda motor. Lantas dia memesannya kepada Muallif untuk mencetak STNK palsu.

“Saya dengan orang yang meminta membuatkan STNK tidak kenal dekat, hanya teman saat ketemu di warung kopi,” kata Ruslan.

Sementara dari kerengannya, ini merupakan kali pertama dia memesan STNK palsu.

Sementara dari keterangan Muallif, pemalsuan STNK dilakukannya karena ada yang meminta. Sebab, sebagai pemilik usaha foto kopi dia biasa melayani permintaan dari pelanggan.

Kali ini, dia mencoba mencetak STNK menggunakan foto kopi warna, namun sebelumnya dia telah mendesain sesuai dengan keinginan pemesan menggunkan aplikasi photoshop.

“Karena ada yang pesan, ya makanya saya buatkan,” katanya.

Halaman
12
Sumber: Tribun Jateng
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved