Ratusan PKL Karangtempel Akan Boyongan ke Pasar Barito Baru di Penggaron Kamis Besok

Relokasi ratusan pedagang kaki lima (PKL) Barito di Kelurahan Karangtempel akan dimulai

Ratusan PKL Karangtempel Akan Boyongan ke Pasar Barito Baru di Penggaron Kamis Besok
Tribunjateng.com/M Zaenal Arifin
Kepala Dinas Perdagangan Kota Semarang, Fajar Purwoto, memimpin rapat persiapan boyongan PKL Barito dari Kelurahan Karangtempel ke Pasar Barito Baru di Penggaron. 

Laporan Wartawan Tribun Jateng, M Zainal Arifin

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Relokasi ratusan pedagang kaki lima (PKL) Barito di Kelurahan Karangtempel akan dimulai. Rencananya, sekitar 125 PKL akan melakukan boyongan sebagai tanda kepindahan mereka ke tempat baru yaitu di Pasar Barito Baru Penggaron, Kamis (22/11/2018) besok.

Rencana boyongan tersebut telah dirapatkan bersama perwakilan PKL dan stakeholder terkait di antaranya Polsek Semarang Timur, Koramil, Dinas Perhubungan (Dishub) dan Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman (Disperkim).

Perwakilan Paguyuban PKL Karangtempel, Suwardi mengatakan, bersedia direlokasi ke Penggaron karena hal itu sudah menjadi kebijakan pemerintah. Hanya saja, ia meminta waktu agar para PKL dapat menyelesaikan pembangunan kios yang dilakukan secara swadaya.

"Besok (Kamis--red) tetap boyongan tapi secara simbolis. Namun kami minta waktu untuk memindahkan barang dan menyelesaikan pembangunan kios. Saat ini baru sekitar 50 persen pembangunannya. Jadi belum bisa langsung ditempati," kata Suwardi, usai mengikuti rapat di Kantor Dinas Perdagangan Kota Semarang, Rabu (21/11/2018).

Diakuinya, pembangunan kios PKL tidak bisa cepat selesai. Alasannya, para PKL harus mengeluarkan dana pribadi untuk membangun kios masing-masing. Setidaknya, setiap PKL harus merogoh kocek rata-rata Rp 15 juta. Padahal, saat ini pendapatan PKL kurang menentu seiring proses relokasi seluruh PKL Barito karena adanya normalisasi Sungai Banjir Kanal Timur (BKT).

Selain waktu untuk menyelesaikan pembangunan, lanjut Suwardi, para PKL juga meminta Dinas Perdagangan untuk segera melengkapi fasilitas pasar. Di antaranya air, listrik dan akses jalan. Pasalnya, saat ini akses jalan belum ada sehingga kendaraan pengangkut bahan material untuk pembangunan sulit masuk lokasi.

"Jalan keluarnya belum jadi. Mau bangun kios juga sulit karena kendaraan sulit masuk. Tapi mau gimana lagi, itu tempat yang sudah disediakan oleh dinas," ujarnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Perdagangan Kota Semarang, Fajar Purwoto mengatakan, dari total 648 PKL di Kelurahan Karangtempel, akan dibagi dua tempat untuk relokasi mereka. Yaitu ke Pasar Barito Baru sekitar 125 PKL dan Pasar Relokasi di kawasan Masjid Agung Jawa Tengah (MAJT) sekitar 440 PKL.

"Mulai Kamis (22/11/2018) besok, kita boyongan untuk PKL yang ke Penggaron. Rencananya yang ke MAJT akan boyongan 28-29 November mendatang," kata Fajar.

Fajar menyatakan, proses boyongan ini sebagai upaya percepatan relokasi seluruh PKL Barito di bantaran Sungai BKT. Sehingga ditargetkan pada awal Desember mendatang, bantaran Sungai BKT sudah bersih dari bangunan kios PKL dan hunian.

Sementara terkait dengan ketersediaan aliran listrik dan air, Fajar mengungkapkan hal itu akan segera di penuhi. Yang terpenting, lanjutnya, Pedagang saat ini sementara menempati Pasar Barito Baru di Penggaron terlebih dahulu.

"Semua fasilitas nanti akan kita penuhi, listrik, air, sambil berjalan yang terpenting saat ini pedagang adar segera menempati lapak terlebih dahulu," ungkapnya. (*)

Penulis: m zaenal arifin
Editor: muslimah
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved