Pendaki Asal China Sempat Tertahan Badai Sebelum Muncak ke Gunung Slamet

Angin kencang yang akhir-akhir ini melanda Kabupaten Tegal ternyata membuat para pendaki Gunung Slamet terjebak.

Pendaki Asal China Sempat Tertahan Badai Sebelum Muncak ke Gunung Slamet
ISTIMEWA
Para pendaki Gunung Slamet yang sempat tertahan akibat badai. 

Laporan Wartawan Tribun Jateng, Akhtur Gumilang

TRIBUNJATENG.COM, SLAWI - Angin kencang yang akhir-akhir ini melanda Kabupaten Tegal ternyata membuat para pendaki Gunung Slamet terganggu.

Dari informasi yang dihimpun, seorang pendaki asal China dan lima orang dari Jakarta sempat terjebak angin kencang saat hendak mendaki Gunung Slamet pada Selasa (20/11/2018) kemarin.

Untungnya, para rombongan pendaki itu akhirnya bisa terselamatkan usai mendapat pertolongan dari Komunitas Pecinta Alam Kabupaten Tegal (Kompak) hingga turun ke bawah.

Wakil Ketua Kompak, Waidin menuturkan ke-enam pendaki itu diketahui menggunakan jalur Guci, Kecamatan Bumijawa, Kabupaten Tegal.

Menurut dia, kondisi cuaca kala itu masih normal dan siap untuk dilalui.

"Namun sesampainya di Pos Lima Gunung Slamet, mereka diadang badai angin hingga kabut."

"Kondisi tersebut membuat ke-enam pendaki tertahan meskipun akhirnya berhasil sampai ke puncak," kata Waidin saat dikonfirmasi Tribunjateng.com, Kamis (22/11/2018).

Guna mengantisipasi hal-hal yang tidak diinginkan, Waidin bersama anggota Kompak lainnya segera mengevakuasi ke-enam pendaki tersebut.

Akhirnya, para rombongan Kompak bersama dengan ke-enam pendaki itu berhasil kembali ke Base Camp Kompak.

"Untuk kedepannya, kami imbau lebih waspada utamanya yang menggunakan rute Guci."

"Sebab, akhir-akhir ini angin badai kerap menghembus wilayah Kabupaten Tegal, khususnya wilayah bagian selatan," papar dia. (*)

Penulis: Akhtur Gumilang
Editor: galih pujo asmoro
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved