Awal Musim Hujan, di Kudus Masih Ada Desa yang Kekurangan Air Bersih

Meski telah memasuki awal musim hujan, di Kudus masih terdapat desa yang krisis air bersih

Awal Musim Hujan, di Kudus Masih Ada Desa yang Kekurangan Air Bersih
Tribunjateng.com/Rifqi Gozali
Sejumlah warga tengah mengambil air dari tandon yang disediakan oleh BPBD dan pihak ketiga di Desa Kedungdowo, Kecamatan Kaliwungu Kudus. 

Laporan Wartawan Tribun Jateng, Rifqi Gozali

TRIBUNJATENG.COM, KUDUS – Meski telah memasuki awal musim hujan, di Kudus masih terdapat desa yang krisis air bersih.

Misalnya saja Dukuh Tompe Desa Gondoharum, Desa Bulung Kulon, dan Desa Bulung Cangkring, Kecamatan Jekulo. Selain itu yakni Desa Kedungdowo, Kecamatan Kaliwungu.

Kasi Pencegahan dan Kesiapsiagaan Bencana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Kudus Atok Darmobroto mengatakan, sejauh ini pihaknya masih menyuplai air bersih ke desa yang masih membutuhkan air bersih.

Beberapa desa yang masih membutuhkan air bersih tersebut, katanya, senantiasa disuplai dengan air bersih menggunakan truk tangki kapasitas 5.000 liter.

Krisis air bersih yang terjadi di Kudus, kata dia, setidaknya melanda 18 desa. Namun, saat ini beberapa desa sudah tercukupi kebutuhan air bersihnya. Misalnya saja Desa Jojo, Desa Kesambi, desa Kutuk, dan Desa Lambangan.

“Desa lainnya yang sudah tercukupi kebutuhan air bersihnya yaitu desa Bakalankrapyak, Desa gribig,” kata Atok.

Dari semua desa yang krisis air bersih, paling parah yaitu Desa Kedungdowo. Sebanyak 1,76 juta liter telah disuplai ke desa itu. Selnjutnya yaitu Desa Sidorekso sebanyak 834.500 liter. Disusul Desa Gamong sebanyak 456.000 liter.

“Selain BPBD, pihak swasta juga ikut dalam penyuplaian air bersih ke beberapa desa yang membutuhkan,” tandasnya. (*)

Penulis: Rifqi Gozali
Editor: muslimah
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved