Breaking News:

Disnaker Kudus: Kenaikan UMK Sudah Sesuai Prosedur

Kenaikan Upah Minimum Kabupaten (UMK) di Kudus mengalami peningkatan sekitar 8.3 persen pada tahun 2019

Penulis: Rifqi Gozali | Editor: muslimah
IST
ILUSTRASI 

Laporan Wartawan Tribun Jateng, Rifqi Gozali

TRIBUNJATENG.COM, KUDUS – Kenaikan Upah Minimum Kabupaten (UMK) di Kudus mengalami peningkatan sekitar 8.3 persen pada tahun 2019. Dari yang semula UMK pada tahun 2018 sebesar Rp 1.892.500 pada 2019 menjadi Rp 2.044.467,74.

Kepala Dinas Tenaga Kerja, Perindustrian, Koperasi, dan UKM (Disnakerperinkop UKM) Kudus, Bambang Tri Waluyo mengatakan melalui Kepala Bidang Hubungan Industrial dan Perselisihan Tenaga Kerja Ansori mengatakan, kenaikan upah tersebut sedianya telah dibahas oleh dewan pengupahan. Dalam pembahasan tersebut, katanya, merupakan forum tripartit yang melibatkan pemerintah, pengusaha, dan buruh.

“Dalam pembahasan pengupahan maka yang menjadi dasar yaitu laju inflasi serta sesuai dengan PP 78 Tahun 2015,” kata Ansori kepada Tribun Jateng, Jumat (23/11/2018).

Dia berujar, skala UMK diperuntukkan bagi buruh dengan masa kerja 0 sampai 1 tahun. Sedangkan skala upah yang ditentukan oleh masing-masing perusahaan diperuntukkan bagi buruh yang masa kerjanya lebih dari 1 tahun.

“Skala upah ini pertimbangannya masa kerja, ada lagi pendidikan, juga kompetensi tenaga kerja,” kata Ansori.

Dia menilai, sejauh ini industri yang terdapat di Kota Kretek telah sesuai dengan aturan. Mulai dari menerapkan UMK hingga skala upah.

“Industri atau perusahaan yang ada di Kudus telah melakukan skala upah semuanya,” jelas dia.

Sebab, katanya, bagi industri yang tidak memperlakukan UMK dan skala upah, maka akan mendapat sanksi. Yang terberat yaitu pemcabutan izin usaha.

Diketahui, UMK di Kudus tahun 2019 merupakan yang tertinggi di eks-Karesidenan Pati. Menyusul selanjutnya yaitu Kabupaten Jepara dengan nominal sebesar Rp 1.879.031. Urutan selanjutnya yaitu Kabupaten Pati dengan UMK sebesar Rp 1.742.000.

Sementara Kabupaten Blora UMK 2019 sebesar Rp 1.690.000, Kabupaten Grobogan sebesar Rp 1.685.500, dan Kabupaten Rembang sebesar Rp 1.660.000. (*)
 

Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved