Jumat, 1 Mei 2026
Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Ketua PGRI Jateng Kembali Dorong Wacana Gaji Minimal Tenaga Pendidik

Naiknya upah minimum kabupaten kota turut menginspirasi PGRI untuk memperjuangkan pendapatan tenaga pendidik.

Tayang:
Penulis: rival al manaf | Editor: galih pujo asmoro
Tribun Jateng/Rival Almanaf
Ketua Umum PGRI Jateng, Widadi (kanan) menaburkan bunga saat berziarah di Taman Makam Pahlawan, Semarang, Jumat (23/11/2018). 

Laporan Reporter Tribun Jateng, Rival Almanaf

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Naiknya upah minimum kabupaten kota turut menginspirasi PGRI untuk memperjuangkan pendapatan tenaga pendidik.

Hal itu diungkapkan Ketua PGRI Jateng, Widadi seusai mengajak ratusan anggota organisasi itu berziarah di Taman Makam Pahlawan, Semarang, Jumat (23/11/2018).

Ia melihat upah minimum untuk pegawai buruh yang mencapai sekitar Rp 2,4 juta bisa lebih tinggi dari beberapa guru yang ada di Jateng.

"Padahal guru, dituntut harus S1, namun buruh belum tentu sarjana namun standar upahnya justru lebih tinggi buruh," terang Widadi.

Ia menyebut beberapa guru honorer di sekolah swasta masih ada yang bergaji Rp 350 ribu hingga Rp 500 ribu per bulan.

Oleh karena itu dengan semangat menyambut hari guru tanggal 25 November mendatang pihaknya juga akan mengusulkan adanya Gaji Minimal Tenaga Pendidik.

"Dahulu ketika Pak Sulistyo masih menjadi ketua umum PGRI sempat ada usulan Gaji Minimal Tenaga Pendidik (GMTP) Rp 2 juta, skemanya dibagi dua dibayar oleh yayasan sekolah sesuai kemampuan finansial dan sisanya ditutup pemerintah," terang Widadi.

Ia menyebut hingga kini usulan itu belum dicabut, namun juga belum ada perkembangan.

Oleh karena itu pada momen perayaan HUT PGRI dan hari guru mendatang ia akan kembali mendorong wacana tersebut.

"Ya kami akan usulkan lagi ke pemerintah, bersama dengan rancangan peraturan pemerintah tentang perlindungan guru, semoga saja goal," terang Widadi.

Di lain sisi, Kepala Dinas Pendidikan Jateng Gatot Bambang Hastowo menyebut usulan-usulan persatuan guru itu tetap penting.

"RPP, gaji minimum itu penting, namun jangan terlalu fokus pada perubahan-perubahan itu."

"Sekarang yang paling utama adalah bagaimana meningkatkan kuantitas sumber daya agar kedepan eksistensinya semakin kelihatan baik di dalam di luar negeri," timpalnya. (*)

Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved