Breaking News:

Stikes Telogorejo

Mengenal Lebih Dekat Diabetes Melitus

WHO memperkirakan adanya peningkatan jumlah penderita diabetes melitus (DM) yang menjadi salah satu ancaman kesehatan global

Shutterstock/kompas.com
Ilustrasi - diabetes 

Pencegahan tersier ditujukan pada kelompok penderita diabetes yang telah mengalami penyulit dalam upaya mencegah terjadinya kecacatan lebih lanjut serta meningkatkan kualitas hidup. Upaya rehabilitasi pada pasien dilakukan sedini mungkin, sebelum kecacatan menetap. Pada upaya pencegahan tersier tetap dilakukan penyuluhan pada pasien dan keluarga. Materi penyuluhan termasuk upaya rehabilitasi yang dapat dilakukan untuk mencapai kualitas hidup yang optimal. Pencegahan tersier memerlukan pelayanan kesehatan komprehensif dan terintegrasi antar disiplin yang terkait, terutama di rumah sakit rujukan.

Pengelolaan DM Tipe II bertujuan untuk meningkatkan kualitas hidup penderita diabetes, meliputi menghilangkan keluhan DM, memperbaiki kualitas hidup, mengurangi resiko komplikasi akut, mencegah dan menghambat progresivitas penyulit dan turunnya morbiditas dan mortalitas DM. Penyakit serebrovaskular, penyakit jantung koroner, penyakit pembuluh darah tungkai, gangguan pada mata, ginjal dan syaraf merupakan penyulit menahun akibat penyakit DM yang tidak dikelola dengan baik.

Pengelolaan DM Tipe II meliputi umum dan khusus. Pengelolaan umum: perlu dilakukan evaluasi medis yang lengkap pada pertemuan pertama, yang meliputi: riwayat penyakit, pemeriksaan fisik, pemeriksaan laboratorium, riwayat komplikasi.

Pengelolaan khusus meliputi: edukasi, terapi nutrisi medis (penderita DM perlu diberikan penekanan mengenai pentingnya keteraturan jadwal makan, jenis dan jumlah makanan, terutama pada mereka yang menggunakan obat penurun glukosa darah atau insulin), latihan jasmani (secara teratur 3-5 hari seminggu selama sekitar 30-45 menit, dengan total 150 menit perminggu, dengan jeda antar latihan tidak lebih dari 2 hari berturut-turut, latihan jasmani yang dianjurkan yang bersifat aerobik dengan intensitas sedang seperti jalan cepat, bersepeda santai, jogging, dan berenang), dan  intervensi farmakologis (oral dan bentuk suntikan).

PERKENI secara terus menerus memberikan informasi baru tentang pencegahan dan pengelolaan DM di Indonesia sesuai dengan perkembangan ilmu dan teknologi terkini. Namun, data-data yang ditunjukkan oleh WHO, IDF, maupun Riskedas memperlihatkan  bukti bahwa jumlah penderita DM di Indonesia masih sangat besar. Dan adanya perkiraan terjadi peningkatan jumlah penyandang DM di masa yang akan datang menjadi beban berat sekaligus tantangan bagi semua tenaga kesehatan yang ada. Oleh karena itu perlu peran yang optimal dari semua pihak, baik tenaga kesehatan, masyarakat maupun pemerintah, dalam usaha penanggulangan DM khususnya dalam upaya pencegahan.

Marilah kita kenali lebih dekat DM yang merupakan penyakit menahun seumur hidup agar dapat meningkatkan kualitas hidup bagi penyandang DM. (*)

Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved