Banyak Warga Berswafoto, Pemadam Kebakaran di Wiradesa Pekalongan Terpaksa Usir Warga

Petugas pemadam kebakaran yang berusaha memadamkan api yang melalap gudang elektronik di Wiradesa Kabupaten Pekalongan terpaksa harus mengusir warga.

Banyak Warga Berswafoto, Pemadam Kebakaran di Wiradesa Pekalongan Terpaksa Usir Warga
TRIBUN JATENG/BUDI SUSANTO
Warga memadati lokasi kebakaran di Desa Bener Gang 2 RT 22 RW 05 Wiradesa Kabupaten Pekalongan, Sabtu (24/11/2018). 

Laporan Wartawan Tribun Jateng, Budi Susanto

TRIBUNJATENG.COM, PEKALONGAN - Petugas pemadam kebakaran yang berusaha memadamkan api yang melalap gudang elektronik di Desa Bener Gang 2 RT 22 RW 05 Wiradesa Kabupaten Pekalongan terpaksa harus mengusir warga.

Pasalnya, banyak warga yang penasaran dan mendekati lokasi.

Hak tersebut membuat tim pemadam kebakaran kesulitan memasukkan selang air ke lokasi kejadian.

Bahkan petugas sempat meneriaki warga yang memanjat tembok dan asik menyaksikan proses pemadaman tepat du samping lokasi kebakaran untuk turun.

Beberapa petugas yang basah kuyup karena berjibaku dengan air untuk memadamkan api sempat jengkel dan memblokade lokasi dengan menutup pagar yang mengelilingi rumah.

BREAKING NEWS: Si Jago Merah Lalap Habis Gudang Elektronik di Wiradesa Pekalongan

Dinas Lingkungan Hidup Kota Pekalongan Ingin Setiap RT Miliki Program Kampung Iklim

Namun usaha tim pemadam tak sia-sia, walaupun harus bergelut dengan api selama hampir dua jam akhirnya si jago merah berhasil dijinakkan.

Diterangkan Jaya satu di antara petugas pemadam dari Kota Pekalongan, banyaknya warga yang berkumpul dan menonton kebakaran menyulitkan tim pemadam.

"Api sudah berhasil dipadamkan dan kini menunggu proses pendinginan," katanya, Sabtu (24/11/2018).

Sementara itu, Rasiman warga sekitar yang membantu proses pemadaman menuturkan, memang banyak yang menonton bahkan petugas harus membuka akses karena masyarakat memadati jalan.

"Banyak yang berswafoto menyulitkan proses pemadaman karena mobil pemadam terhalang," tuturnya.

Dari keterangan petugas, dugaan sementara kabakaran karena arus pendek yang terjadi di dalam bangunan.

Akibat kejadian tersebut kerugian ditaksir mencapai Rp 1,5 miliar, karena bangunan, barang elektronik, karpet dan prabot rumah tangga yang ada di gudang habis tak tersisa. (*)

Penulis: budi susanto
Editor: suharno
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved