Senin, 8 Juni 2026
Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Cara SDN Kalibanteng Kidul 01 Semarang Supaya Para Siswanya Gemar Makan Sayuran

SD Negeri Kalibanteng Kidul 01 sejak awal tahun 2018 rutin menggelar kegiatan gemar makan makanan sehat.

Tayang:
Penulis: hesty imaniar | Editor: suharno
TRIBUN JATENG/HESTY IMANIAR
SD Negeri Kalibanteng Kidul 01 Semarang menggelar acara rutin sejak awal 2018 yakni "Makan Menu Pelangi Pintar, Energik, dan Santun". 

Laporan Wartawan Tribun Jateng, Hesty Imaniar

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - SD Negeri Kalibanteng Kidul 01 Semarang, Jawa Tengah sejak awal tahun 2018 rutin menggelar kegiatan gemar makan makanan sehat.

Kegiatan tersebut kerap disebut Mamela Pedas atau Makan Menu Pelangi Pintar, Energik, dan Santun.

Kegiatan ini merupakan inisiatif dari sekolah dan digelar setiap bulan sejak awal tahun ini.

Mamel Pedas adalah program sekolah, di mana para siswa diwajibkan membawa bekal makanan, dengan menu empat sehat lima sempurna.

"Seru acaranya karena semua siswa diwajibkan bawa bekal, dan kami makan bersama di halaman sekolah pagi hari. Saya biasanya ga suka sayur tapi karena di sekolah wajib makan, sayur, lama-lama suka juga," kata salah satu siswa Kelas V, I Gede Sena, Sabtu (24/11/2018) usai acara Mamela Pedas.

Wali Kota Semarang Apresiasi KNPI Gelar Olimpiade Pancasila

Puluhan Ibu-ibu Berebut Selfie dengan Wali Kota Semarang Hendi

Guru Kelas V SD Negeri Kalibanteng Kidul 01 Semarang, Prawindya Dwitantra menjelaskan menu yang wajib dibawa siswa didik adalah nasi, sayur, lauk pauk, buah-buah, serta susu yang biasa mereka konsumsi.

"Ramai sekali, karena siswa ini akhirnya membawa jenis sayur, buah, serta lauk pauk yang berbeda-beda. Dengan begitu, keragaman makanan sehat ini bisa didapat para siswa tersebut," jelasnya.

Tidak hanya belajar makan makanan menu sehat lima sempurna, para siswa juga belajar soal kandungan gizi yang ada pada menu makanan yang mereka bawa.

"Kita hadirkan juga pegawai dari Puskesmas Lebdosari untuk menjelaskan berbagai kandungan gizi pada makan sehat. Misal pada sayur, lauk pauk, bahkan buah dan susu. Sehingga anak-anak ini paham akan gizi yang ada pada bekal makanan mereka," bebernya.

Keds Hadir di Kota Semarang, Ada Diskon 10 Persen Selama November 2018

Tantra juga mengungkapkan hasil yang didapat sekolah dengan rutin menggelar kegiatan tersebut, adalah anak-anak jadi getol makan sayur mayur, dan lauk yang bervariasi.

"Jadi tidak ayam melulu, atau olahan ayam, bahkan mi instan. Karena di kegiatan ini, kami tidak merekomendasikan menu makanan instan atau olahan, jadi semuanya sehat dan juga natural bergizi," ungkapnya.

Kepala Sekolah SD Negari Kalibanteng Kulon 01 Semarang, Endang Mahrumiyati, mengatakan manfaat kegiatan tersebut cukup banyak.
"Apalagi kita tidak hanya menggelar acara Mamela Pedas saja tapi juga ada Manjat Trazi, yakni makan bersama jajan pasar, misal getuk, klepon, dan lainnya. Hal ini juga ada misi yang sama dengan kegiatan Mamela Pedas tadi yakni memupuk jiwa sosial," imbuhnya.
Ya, berbagai kegiatan tersebut, dikatakan Endang, selalu rutin digelar dalam satu rangkai acara. Kegiatan itu, juga diikuti seluruh jumlah siswa yang ada di sekolah itu
"Total ada 710 siswa di sekolah kami untuk itu, mereka bisa belajar sosial dimana siswa bisa saling bertukar menu makanan, saling berbagi dengan temannya, sehingga hal ini mampu memupuk rasa sosial selain gemar makan makanan sehat tadi," katanya.
Orang tua murid juga sangat mendukung kegiatan ini. "Di sini ada Paguyuban Kelas, kumpulan para orang tua murid, dimana mereka juga melakukan pendampingan kepada anak. Maka ketika kegiatan tersebut digelar, orang tua akan mendampingi. Bahkan ada orang tua yang menyuapi anaknya. Ini menunjukkan pesan jika sesibuknya mereka masih bisa ada waktu untuk anak," ungkapnya, sembari menunjukkan rasa haru.
Ke depan, Endang pun juga berharap, kegiatan seperti ini masih terus diterima dengan baik oleh para siswa, karena dengan begitu siswa diharapkan bisa terus mengkonsumsi makan makanan bergizi.
"Menekankan anak untuk selalu bawa bekal, karena mereka harus makan menu bergizi dan higienis. Adapun siswa juga bisa belajar bersosialisasi dengan baik di lingkungan sekolah, dan menjadikan mereka semua berprestasi dengan pola hidup sehat," pungkasnya.
Endang Mahrumiyati mengatakan, selain memberikan bekal pendidikan, para guru di sekolahnya juga peduli dengan kesehatan para murid. (*)

Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved