Dinas Lingkungan Hidup Kota Pekalongan Ingin Setiap RT Miliki Program Kampung Iklim

Dinas Lingkungan Hidup (DLH ) Kota Pekalongan gelar sosialisasi tentang Program Kampung Iklim (Proklim).

Dinas Lingkungan Hidup Kota Pekalongan Ingin Setiap RT Miliki Program Kampung Iklim
TRIBUN JATENG/BUDI SUSANTO
Sosialisai Proklim oleh DLH Kota Pekalongan dan Provinsi Jateng di Ruang Kalijaga Setda Kota Pekalongan, Sabtu (24/11/2018). 

Laporan Wartawan Tribun Jateng, Budi Susanto

TRIBUNJATENG.COM, PEKALONGAN - Dinas Lingkungan Hidup (DLH ) Kota Pekalongan gelar sosialisasi tentang Program Kampung Iklim (Proklim), di Ruang Kalijaga Setda setempat, Sabtu (24/11/2018).

Acara tersebut diadakan guna meningkatkan partisipasi masyarakat dalam pengelolaan lingkungan hidup serta upaya mitigasi dan adaptasi akibat dampak perubahan iklim.

Kepala Seksi Pengendalian Pencemaran Lingkungan DLH Kota Pekalongan, Erwan Kurniawan, menjelaskan, pihaknya ingin memberikan pengetahuan kepada masyarakat Kota Pekalongan terkait pembentukan kampung Iklim, dan menjadikan para peserta menjadi pelopor di wilayah masing-masing.

"Mengacu pada Peraturan Menteri Lingkungan Hidup Nomor 19 Tahun 2012 tentang Program Kampung Iklim maka Proklim dapat dikembangkan dan dilaksanakan pada wilayah setingkat dusun, dukuh, RT, RW dan maksimal setingkat Desa atau Kelurahan," katanya.

Peringati HUT ke-73 Brimob, Digelar Reuni di Mako Kalibanger Pekalongan

Peringati HUT ke-73 Brimob, Digelar Reuni di Mako Kalibanger Pekalongan

Dijelaskannya, Kota Pekalongan sudah meimplementasikan sejak tahun 2013 dan hingga kini DLH Kota Pekalongan selaku pihak penyelenggara selalu berbenah agar semakin banyak muncul kampung-kampung iklim.

"Konsep Proklim tidak hanya difokuskan pada kampung-kampung yang terkena perubahan iklim saja, melainkan juga terkait mitigasi atau pencegahan perubahan iklim seperti ketahanan pangan, penghijauan, pengelolaan sampah, pengelolaan limbah, pengelolaan air, dan sektor-sektor lain yang menjadi fokus kegiatan Proklim tersebut. Kami akan terus genjot pembentukan Proklim, minimal ada 10 lokasi di awal 2019 melakukan," jelasnya.

Sementara itu, Sigit Murhofiq dari Dinas Lingkungan Hidup Provinsi Jawa Tengah yang menuturkan, masyarakat bisa mendaftarkan kampung mereka sebagai kampung iklim melalui website.

"Masyarakat bisa berinisiatif mendaftarkan kampung mereka melalui website yang kami sediakan, nanti akan kami pilah mana yang layak dijadikan kampung iklim, dan kami akan meninjau aspek kelengkapan dokumen, sarana dan prasarana yang memadai untuk dilakukan verifikasi," tambahnya. (*)

Penulis: budi susanto
Editor: suharno
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved