Tanggapan Nadisyah Hosen Terkait Isu yang Menjerat Dahnil Bikin Sudjiwo Tedjo Beri Pujian
Respons Nadisyah Hosen terkait Dahnil yang diperiksa sebagai saksi korupsi dana kemah membuat Sastrawan Sudjiwo Tedjo memberi pujian.
Penulis: Ardianti WS | Editor: abduh imanulhaq
TRIBUNJATENG.COM- Respons Nadisyah Hosen terkait Dahnil yang diperiksa sebagai saksi korupsi dana kemah membuat Sastrawan Sudjiwo Tedjo memberi pujian.
TribunJateng.com, melihat melalui akun Twitter @sudjiwotedjo yang ia tulis pada Sabtu (24/11/18).
Mulanya, Dahnil menilai bahwa statmen polisi yang mengatakan mengembalikan uang 2 miliar tidaklah benar.
Dahnil mengaku bahwa ia tidak terkait dengan hal tersebut.
Dahnil lantas membenarkan bahwa panitia mengembalikan uang 2 miliar ke Kemenpora.
Lantas, Nadrisyah Hosen menanggapi cuitan Dahnil.
Baca: Dahnil Anzar Akui Tandatangani LPJ Kemah dan Apel Pemuda yang Sedang Bermasalah
Baca: Melly Goeslaw Bilang Rossa yang Lagi Lamaran, Teh Oca Akhirnya Beri Penjelasan
Baca: Resep Omelet Keju Bayam, Lezat dan Bergizi, Siap Dalam 25 Menit!
Baca: Dana Rp 2 Miliar dari Pemerintah Digunakan Pemuda Muhammadiyah untuk Mobilisasi Massa
Nadirsyah Hosen berharap kasus yang saat ini menjerat Dahnil merupakan murni kasus hukum.
Nardisyah berharap agar suara-suara kritis dari oposisi dan anak muda seperti Dahnil tidak dibungkam dengan cara seperti itu.
Ia berharap agar Kemenpora dan polisi benar-benar jernih melihta masalah ini agar tidak menjadi bola liar yang merugikan demokrasi.
"Semoga kasus ini 100% murni hukum. Suara2 kritis dari oposisi dan anak muda spt Bro @Dahnilanzar jangan dibungkam dg cara spt ini. Itu sebabnya Kemenpora dan Polisi harus benar2 jernih melihat masalah ini agar tdk jadi bola liar yg merugikan demokrasi dan negara hukum," tulis Nadisryah.
Rupanya, cuitan Nardisyah Hosen itu ditanggapi oleh Sudjiwo Tedjo.
Sudjiwo Tedjo menilai bahwa ia salut dengan Nadirsyah Hosen lantaran meski ia mendukung Jokowi namun tidak mendukung secara membabi buta.
Lantas, Sudjiwo Tedjo mengaku membutuhkan intelek-intelektual muda seperti Nadirsyah yang tetap kritis meski menaruh dukungan untuk Jokowi.
"Bila twit @Dahnilanzar benar, Presiden #Jancukers salut kpd Prof Gus Nadir. Intelektual yang mendukung Pak Jokowi tetapi tidak membabi buta. Aku butuh intelektual2 model Gus Nadir utk bangsa ini. Mendukung ya mendukung, tapi tetap kritis. Mari kita beri Bintang Jancuk utk beliau," tulisnya.
Diketahui sebelumnya, , Kasubdit Tipikor Ditreskrimsus Polda Metro Jaya AKBP Bhakti Suhendarwan mengatakan, Ketua PP Pemuda Muhammadiyah Dahnil Azhar mengaku telah mengembalikan dana Rp 2 miliar kepada Kementerian Pemuda dan Olah Raga (Kemenpora).
Bhakti mengatakan, pengakuan Dahnil tersebut diungkapkan saat pemeriksaan Dahnil sebagai saksi kasus dugaan korupsi kegiatan kemah Pemuda Islam Indonesia tahun anggaran 2017.
"Katanya Dahnil mengembalikan Rp 2 miliar ke Kemenpora. Hari ini ngembaliin Rp 2 miliar," ujar Bhakti di Mapolda Metro Jaya, Jakarta Selatan, Jumat (23/11/2018).
Polisi memeriksa Dahnil dalam kasus ini karena ia merupakan salah satu pihak yang menandatangani laporan pertanggungjawaban (LPJ) proposal yang diajukan PP Pemuda Muhammadiyah.
Adapun LPJ itu senilai Rp 2,7 miliar.
Baca: Media Asing Sebut Edy Rahmayadi Beri Alasan Konyol dari Kegagalan Indonesia di Piala AFF 2018
Baca: Tak Hanya di Film Kartun, Bus Tayo Ternyata Ada di Sukoharjo Jawa Tengah
Baca: Anak Hotman Paris Pergoki Seorang Bule Curangi Bon Makannya, Langsung Bereaksi
Baca: Terkuak Pesan Gus Mus kepada Mahfud MD soal Sikap Politik Jelang Pilpres
"Katanya dikembalikan dengan uang kas PP (Pemuda) Muhammadiyah. Kami masih dalami alasan pengembalian," tuturnya yang dilansir dari Kompas.com.
Sebelumnya, kasus ini telah dinaikkan statusnya ke tahap penyidikan.
Di tingkat penyidikan, polisi memanggil Dahnil Anzar dan ketua panitia acara kemah Ahmad Fanani.
Dirkrimsus Polda Metro Jaya Kombes Adi Deriyan mengatakan, kasus ini dilaporkan sejumlah pihak yang mengetahui secara langsung penggunaan anggaran kegiatan yang menggunakan dana APBN Kemenpora RI tahun anggaran 2017 tersebut.
Laporan tersebut menjadi dasar polisi melakukan penyelidikan.
Dalam tahap penyelidikan, sejumlah pihak dipanggil untuk mengklarifikasi terkait kasus dugaan korupsi kegiatan yang digelar di pelataran Candi Prambanan, Jawa Tengah pada 16-17 Desember 2017 tersebut. (TribunJateng.com/Woro Seto)