Hari Guru Nasional, Siswa SMP 1 Kudus Ikuti Gelaran Lomba 'Doodle'
Senin (26/11/2018), Nurus bersama 23 siswa lainnya tengah mengikuti lomba membuat gambar doodle dalam peringatan Hari Guru yang jatuh sehari sebelumny
Penulis: Rifqi Gozali | Editor: m nur huda
Laporan Wartawan Tribun Jateng, Rifqi Gozali
TRIBUNJATENG.COM, KUDUS – Tangan kanana Nurus Sa’adah cekatan saat menggambar karakter monster doodle.
Di atas kertas karton yang putih bersih dalam waktu tak lebih dari satu jam, karakter monster doodle sudah hampir memenuhi muka kertas.
Di tengah para monster yang tengah berjubal, terdapat tulisan ‘Goeroekoe’. Untuk memberi kesan jelas antara tulisan dan karakter doodle, gadis yang masih duduk di kelas VIII itu menebali gais tulisan.
Saat itu, Senin (26/11/2018), Nurus bersama 23 siswa lainnya tengah mengikuti lomba membuat gambar doodle dalam peringatan Hari Guru yang jatuh sehari sebelumnya.
Mereka yang ikut kompetisi ini merupakan perwakilan setiap kelas.
Bagi Nurus menggambar merupakan bagian dari hobi yang dia sukai. Bahkan sejak dia duduk di bangku SD. Adanya kompetisi doodle di sekolah pun disambutnya dengan antusias. Peralatan gambar mulai dari krayon sampai cat air pun dibawa.
“Memang suka menggambar sejak SD. Nha ini malah ada lomba doodle, ya ikut saja,” kata dia.
Dalam waktu 2,5 jam, para peserta harus menyelesaikan gambar doodle.
Dalam proses penyelesaian, seorang guru, Hasan Sunarto, mendampingi mereka sejak awal hingga kompetisi berakhir. Sementara sejumlah anggota OSIS yang bertugas sebagai panitia ikut mendampingi jalannya lomba.
“Lomba ini untuk mengasah kreativitas siswa dalam membuat seni rupa berupa doodle,” tutur Hasan.
Pria berkaca mata yang sehari-hari mengampu mata pelajaran seni rupa itu ingin siswanya terasah kreatifitasnya. Apalagi, mereka juga mendapat mata pelajaran seni rupa.
“Doodle ini merupakan bagian dari seni rupa. Masuknya cabang seni rupa ilustrasi, atau semacam vignet,” tuturnya.
Lomba doodle kali ini merupakan yang pertama digelar di SMP 1 Kudus. Setelah sebelumnya di Hari Guru, digelar lomba membuat poster, karikatur, maupun melukis guru telah digelar, akhirnya kini dipilih doodle.
“Ini kan belum pernah digelar lomba ini. Karena itu kami menggelarnya sekaligus mengasah kreativitas siswa,” kata dia.
Beberapa komponen penilaian yang dikenakan atas karya siswanya, lanjut Hasan, meliputi kesesuaian tema, unsur seni yang terkandung di dalamnya, serta orisinalitas karya.
Jika terdapat karya yang sebelumnya pernah dibuat, dan siswanya hanya meniru maka tetap diapresiasi, namun jauh lebih maksimal nilai yang diberikan ketika karya siswanya bermula dari kemurnian ide.(*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jateng/foto/bank/originals/peserta-lomba-doodle-yang-digelar-smp-1-kudus-dalam-peringatan-hari-guru-senin-26112018.jpg)