Breaking News:

Lion Air Jatuh

Bawa Data FDR, Tim Investigasi Kecelakaan Lion Air Bertolak ke Kantor Boeing di AS 

Menhub sebut tim investigasi kecelakaan Lion Air yang terdiri dari KNKT akan mengunjungi kantor Boeing di Seattle, Amerika Serikat

Editor: m nur huda
KOMPAS.com/Ardito Ramadhan D
Menteri Perhubungan (Menhub) Budi Karya Sumadi saat berada di Dermaga JICT 2 Pelabuhan Tanjung Priok, Selasa (30/10/2018). 

TRIBUNJATENG.COM, JAKARTA - Menteri Perhubungan (Menhub) Budi Karya Sumadi menyatakan hari ini, Rabu (28/11/2018), tim investigasi kecelakaan Lion Air yang terdiri dari Komite Nasional Kecelakaan Transportasi (KNKT) akan mengunjungi kantor Boeing di Seattle, Amerika Serikat.

Budi mengatakan, tim investigasi ini akan menunjukkan dan merekonstruksi fakta-fakta penerbangan yang terjadi di dalam perekam data penerbangan atau flight data recorder (FDR) pesawat Lion Air PK LQP dengan nomor penerbangan JT 610 yang jatuh di perairan Teluk Karawang, Jawa Barat.

Pesawat Lion Air PK-LQP Tidak Layak Terbang Sejak dari Denpasar ke Jakarta

Data FDR Lion Air PK-LQP Terungkap, Pesawat Menukik dengan Kecepatan 700 Kilometer Per Jam

KNKT Sebut Pesawat Lion Air PK-LQP Alami 6 Masalah Sebelum Jatuh

"Saat ini ketua KNKT dan pihak terkait hari ini terbang menuju Seattle. Di sana, para investigator baik dari KNKT maupun Kemenhub akan memperagrakan fakta-fakta yang terjadi dalam FDR," ujar Budi ketika ditemui awak media di Jakarta, Rabu (28/11/2018).

Lebih lanjut Budi mengatakan, tim investigasi akan melakukan diskusi dengan pihak Boeing dan National Transportation Safety Board (NTSB) atau KNKT setempat.

Diharapkan hasil dari diskusi tersebut dalam dianalisasi dan menjadi dasar untuk rekomendasi untuk Lion Air.

Adapun waktu yang dibutuhkan KNKT untuk investigasi final dapat memakan waktu hingga enam bulan.

Sehingga saat ini, pihaknya belum bisa menjatuhkan sanksi terhadap Lion Air.

Adapun hingga saat ini pihak Kementerian Perhubungan telah melakukan special audit alias audit khusus terhadap Lion Air, dengan mengaudit 10 pesawat Boeing 737 Max-8 yang mereka miliki.

Pihaknya juga melakukan audit terhadap awak pesawat dan prosedur operasional standr yang berlaku di perusahaan Lion Air.

Sebagai catatan, special audit juga dilakuan terhadap satu pesawat Boeing 737 Max-8 yang dimiliki oleh maskapai Garuda Indonesia.(*)

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "TIm Investigasi Kecelakaan Lion Air Bertolak ke AS"

Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved