BLU Trans Semarang Gandeng Pengusaha Angkot Jadi Angkutan Feeder

Pengelola layanan Bus Rapit Transit (BRT) Trans Semarang terus berupaya memperluas jangkauan layanan BRT Trans Semarang.

Tribunjateng.com/Hermawan Handaka
Petugas dari Dinas Perhubungan Kota Semarang bersama petugas kepolisian dari Polrestabes Semarang melakukan pemeriksaan surat kelengkapan berkendara kepada sopir bus Trans Semarang dan juga melakukan uji emisi bus BRT di depan halte BRT Simpang Lima Kota Semarang, Kamis (27/9). (Tribun Jateng/Hermawan Handaka) 

Laporan Wartawan Tribun Jateng, M Zainal Arifin

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Pengelola layanan Bus Rapit Transit (BRT) Trans Semarang terus berupaya memperluas jangkauan layanan BRT Trans Semarang.

Rencananya, Badan Layanan Umum (BLU) Trans Semarang akan menambah angkutan feeder pada 2019 mendatang.

Kepala BLU Trans Semarang, Ade Bhakti Ariawan mengatakan, untuk angkutan feeder atau penghubung tersebut rencananya akan menggandeng pengusaha transportasi angkutan kota (angkot).

Saat ini, pihaknya telah melakukan proses Scrapping yaitu menawarkan kepada pengusaha angkutan umum yang masih memiliki kendaraan dengan bukti lengkap serta ijin trayek yang masih aktif untuk bergabung ke BRT.

"Kemarin kita memang mensyaratkan untuk operator BRT itu harus mempunyai trayek eksisting. Seperti di koridor 7 itu, ada operasional 14, armada kita syaratkan satu BRT itu menggantikan 4 angkot. Jadi ada 56 angkot yang bergabung ke BRT," kata Ade, Kamis (29/11/2018).

Ade menerangkan, konsep koridor feeder ini memiliki target zero angkot. Pasalnya, data dari Dishub Kota Semarang tahun 2016, jumlah armada terdaftar yakni bus reguler sebanyak 83 armada dan angkot sebanyak 1.766 armada.

Jumlah tersebut mulai berkurang seiring dikembangkannya BRT Trans Semarang.

"Sejak tahun 2016 juga, dari Intermodal Transport Data Base (ITDB) menunjukkan naiknya minat masyarakat menaiki BRT dilihat dari naiknya angka load faktor dari koridor I-VI di sisi lain hal itu menyebabkan turunnya pendapatan pengusaha angkot. Makanya muncul program koridor feeder ini," jelas Ade.

Rencananya, tahun 2019 mendatang pihaknya akan menambah empat koridor dengan target 200-an angkot yang digandeng.

Halaman
12
Penulis: m zaenal arifin
Editor: galih permadi
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved