Jelang Penerapan ETLE Polisi Imbau Masyarakat Perbarui Data Kepemilikan Kendaraan, Ini Sebabnya

Penerapan Electronic Traffic Law Enforcement (ETLE) di Kota Semarang rawan akan pembiaran oleh pelanggar.

Jelang Penerapan ETLE Polisi Imbau Masyarakat Perbarui Data Kepemilikan Kendaraan, Ini Sebabnya
saiful ma'sum
Kondisi arus lalu lintas di depan RSI Sultan Agung Kaligawe, Semarang, Senin (12/11/2018) 

Laporan Reporter Tribun Jateng, Rival Almanaf

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Penerapan Electronic Traffic Law Enforcement (ETLE) di Kota Semarang rawan akan pembiaran oleh pelanggar.

Pasalnya, petugas polisi tidak akan bertemu secara langsung dengan mereka yang akan ditindak.

Mengandalkan bukti pelanggaran lalulintas yang terekam CCTV, terduga pelanggar yang ditentukan melalui data pelat nomor akan dikirimi surat konfirmasi.

Pesannya akan menanyakan apakah pelanggaran yang dimaksud dilakukan oleh terduga dan data kepemilikan masih sesuai.

Dalam surat itu juga dicantumkan nomor yang bisa dihubungi untuk melakukan konfirmasi.

Tak Ingin Kecelakaan Santri di Cipondoh Terulang, Inilah Prioritas Polrestabes Semarang

Terduga pelanggar diharapkan mengkonfirmasi sebelum empat hari setelah surat tersebut dikirim.

Jika kemudian terduga pelanggar mengkonfirmasi benar ke petugas, maka selanjutnya anggota akan mengirimkan kode briva untuk dilakukan pembayaran denda tilang via transfer.

Namun apa yang terjadi saat terduga pelanggar melakukan pembiaran karena kendaraan sudah berpindah tangan namun data kepemilikan belum berubah?

Kasatlantas Polrestabes Semarang, AKBP Yuswanto Ardi menjelaskan jika dalam empat hari surat konfirmasi tidak mendapat tanggapan maka STNK akan diblokir.

Halaman
12
Penulis: rival al-manaf
Editor: suharno
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved