Pemkot Salatiga Beri Perhatian Khusus Stunting pada Balita

Pemerintah Kota Salatiga memberikan perhatian khusus persoalan stunting atau gagal tumbuh pada balita.

Pemkot Salatiga Beri Perhatian Khusus Stunting pada Balita
Ist
Wakil Wali Kota Salatiga Muh Haris, saat hadir dalam sosialisasi sumber pangan alternatif yang digelar oleh Dinas Pangan Kota Salatiga di Pendopo Pakuwon Pemkot Salatiga, Rabu (28/11/18). 

Laporan Wartawan Tribun Jateng, Eka Yulianti Fajlin

TRIBUNJATENG.COM, SALATIGA - Pemerintah Kota Salatiga memberikan perhatian khusus persoalan stunting atau gagal tumbuh pada balita.

Hal tersebut dikatakan oleh Wakil Wali Kota Salatiga Muh Haris, dalam sosialisasi sumber pangan alternatif yang digelar oleh Dinas Pangan Kota Salatiga di Pendopo Pakuwon Pemkot Salatiga, Rabu (28/11/18).

"Stunting disebabkan oleh faktor multi dimensi dan tidak hanya disebabkan oleh faktor gizi buruk yang dialami oleh ibu hamil maupun anak balita, namun juga terhadap remaja putri yang merupakan calon ibu masa mendatang," tutur Haris.

Haris menjelaskan bahwa ketidakseimbangan gizi akibat konsumsi pangan yang tidak beraneka ragam telah membawa dampak pada munculnya masalah gizi ganda di Indonesia, baik itu gizi kurang maupun gizi lebih.

Oleh karena itu, dia menyambut baik kegiatan Sosialisasi Sumber Pangan Alternatif dan Kampanye Makan dengan menu Beragam Bergizi Seimbang dan Aman.

"Kegiatan ini untuk menambah pengetahuan kita mengenai penganekaragaman pangan guna menghasilkan sumber daya manusia yang berkualitas dan unggul," katanya.

Haris juga mengingatkan, selain empat sehat lima sempurna, sekarang masyarakat harus mengetahui takaran ideal dari menu yang disajikan tersebut, baik dalam hal jumlah sumber karbohidrat, sumber protein, sumber vitamin dan mineral.

Sosialisasi ini diikuti oleh 175 peserta dari Guru PAUD dan TK, siswa SMP dan guru pendamping, organisasi wanita, dan Tim Penggerak PKK Kota hinggaTim Penggerak PKK RW.

Plt Sekretaris Dinas Pangan Kota Salatiga, Bambang Ari Nugroho mengatakan, tujuan dari kegiatan tersebut untuk meningkatkan pengatahuan masyarakat akan pentingnya konsumsi pangan yang berasal dari sumber pangan alternatif.

"Penganekaragaman konsumsi pangan ini selain untuk pemantapan ketahanan pangan rumah tangga, juga dimaksudkan untuk perbaikan standar gizi dalam upaya mencapai hidup sehat," jelasnya.(eyf)

Penulis: Eka Yulianti Fajlin
Editor: m nur huda
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved