Antisipasi Bencana Longsor, Komunitas Pemuda Salem Brebes Dilatih SAR

Kecamatan Salem, Kabupaten Brebes, merupakan satu di antara daerah rawan bencana tanah bergerak dan longsor

Antisipasi Bencana Longsor, Komunitas Pemuda Salem Brebes Dilatih SAR
Tribun Jateng/ Mamdukh Adi Priyanto
Anggota Kodim Brebes, Serka Wartono (kiri) sedang melatih para pemuda Salem menghadapi bencana tanah longsor.  

Laporan Wartawan Tribun Jateng, Mamdukh Adi Priyanto

TRIBUNJATENG.COM, BREBES - Kecamatan Salem, Kabupaten Brebes, merupakan satu di antara daerah rawan bencana tanah bergerak dan longsor.

Longsor besar pernah terjadi di daerah ini pada Februari 2018 lalu. Sejumlah 18 warga meninggal, beberapa masih hilang dan puluhan luka-luka dalam kejadian itu.

Longsor tersebut memutus jalan provinsi Banjarharjo-Salem sepanjang 502 meter.

Tanah bergerak atau likuifaksi juga sudah terjadi beriringan dengan datangnya musim hujan. Tanah bergerak terjadi di Desa Pasirpanjang.

Mengingat bencana yang mengintip setiap saat, komunitas pemuda di desa setempat dilatih tanggap bencana dan search and rescue (SAR).

Hal ini penting dilakukan agar saat terjadi bencana, tidak tergantung atau menunggu bantuan datang. Apalagi lokasi kecamatan ini jauh dari pusat pemerintahan, sekitar 2 jam perjalanan.

Para pemuda dilatih tanggap bencana oleh anggota Kodim 0713/Brebes.

"20 orang dari komunitas pemuda kami latih sebagai relawan lokal guna evakuasi pertama jika terjadi musibah bencana," kata seorang pelatih dari Kodim Brebes, Serka Wartono, Senin (3/12/2018).

Materi SAR yang disampaikan diantaranya yakni repling termasuk cara pemasangan harnes tubuh dan menuruni bukit guna menyelamatkan korban. Disimulasikan bahwa pohon adalah tebing.

"Aplikasi militer menuruni dan menaiki tebing sambil membawa korban atau pengangkutan orang luka dengan tali saya berikan. Kami latih mereka agar betul-betul siap dan meminimalisir jatuhnya korban,"ujarnya.

Menurutnya, bencana alam tidak tahu kapan datangnya dan kepada siapa serta dimana bencana itu akan terjadi.

Karena itu, kata dia, jika bencana datang, komunitas pemuda desa diharapkan dapat bertindak cepat sehingga korban bisa tertolong melalui prosedur yang benar.(mam)

Penulis: mamdukh adi priyanto
Editor: m nur huda
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved