BPBD Kabupaten Pekalongan Canangkan Siaga Bencana hingga 31 Maret

Memasuki musim penghujan BPBD Kabupaten Pekalongan mempersiapkan diri, dengan membuka posko di semua kantor desa di kabupaten Pekalongan

BPBD Kabupaten Pekalongan Canangkan Siaga Bencana hingga 31 Maret
Tribunjateng.com/Budi Susanto
Masyarakat berkumpul usia kejadian seorang pemuda tersambar petir di Desa Pantirejo Kecamatan Kasesi Kabupaten Pekalongan beberapa waktu lalu. 

Laporan Wartawan Tribun Jateng, Budi Susanto

TRIBUNJATENG.COM, PEKALONGAN - Memasuki musim penghujan BPBD Kabupaten Pekalongan mempersiapkan diri, dengan membuka posko di semua kantor desa di kabupaten Pekalongan.

Persiapan tersebut dilakukan karena Bupati Pekalongan telah mencanangkan satatus siaga bencana dari 22 November lalu hingga 130 hari kedepan.

BPBD sendiri menyarankan, masyarakat waspada terjadinya banjir, longsor dan angin puting beliung yang setiap saat bisa terjadi.

Selain itu, masyarakat juga diminta berhati-hati terhadap sambaran petir saat berada di area terbuka.

Kepala BPBD Kabupaten Pekalongan, Bambang Sujatmiko menuturkan, status siaga bencana dicanangkan hingga 31 Maret tahun depan.

"Sambaran petir patut diwaspadai, karena belum lama ini, warga Kecamatan Kesesi tersengat petir hingga meninggal dunia," jelasnya, Rabu (5/12/2018).

Pihaknya menghimbau masyarakat yang beraktivitas di area terbuka, seperti petani untuk segera mencari lokasi aman saat awan mendung datang.

"Selain itu pemakaian telepon genggam juga patut diwaspadai saat di area terbuka, kami menyarankan jangan menggunakan telepon genggam ketika awan mendung dan petir datang," tambahnya.

Adapun jika terjadi bencana, Bambang meminta masyarakat langsung menghubungi kepala desa setempat, atau melalui pusat pengendalaian operasional penanggulangan bencana dengan nomor telpon 0285381905.

"Sampai saat ini, laporan terkait banjir dan longsor belum ada, hanya saja dua kebakaran yaitu Pasar Wiradesa dan kantor BPS Kabupaten Pekalongan yang telah dilaporkan," ujarnya.

Selain itu, masyarakat disarankan melakukan kerja bakti terutama di saluran air supaya menghindari terjadinya banjir.

"Jika pun ada rekanan-rekanan tanah di daerah perbukitan, untuk antisipasi awal masyarakat bisa secepatnya menutup rekahan tersebut menggunakan tanah supaya tidak memicu terjadinya longsor," imbuhnya. (*)

Penulis: budi susanto
Editor: muslimah
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved