Jelang Natal dan Tahun Baru Sejumlah Bahan Pangan di Pekalongan Mulai Mengalami Kenaikan Harga

Jelang Natal dan tahun baru harga telur dan komiditas pangan di Pasar Tradisional Kajen Kabupaten Pekalongan mulai meroket

Jelang Natal dan Tahun Baru Sejumlah Bahan Pangan di Pekalongan Mulai Mengalami Kenaikan Harga
Tribunjateng.com/Budi Susanto
Cabai merah yang dijual di lapak milik Sri Setyaningsih di Pasar Tradisional Kajen Kabupaten Pekalongan, Selasa (5/12/2018). 

Laporan Wartawan Tribun Jateng, Budi Susanto

TRIBUNJATENG.COM, PEKALONGAN - Jelang Natal dan tahun baru harga telur dan komiditas pangan di Pasar Tradisional Kajen Kabupaten Pekalongan mulai meroket.

Kenaikan beberapa komoditas pangan di kisaran Rp 4 ribu, namun ada yang mencapai 50 persen dari harga awal seperti kubis.

Para pedagang menerangkan kanaikan hampir merata, dan terjadi dalam kurun waktu satu pekan terkahir.

Asih (42) satu di antara pedagang telur ayam di Pasar Kajen menjelaskan, harga awal Rp 19 ribu perkilogram, namun kini menjadi Rp 24 ribu perkilogramnya.

"Sudah sepekan terakhir harga telur terus merangkak naik, awalnya naik Rp 2 ribu, dan kini naik lagi Rp 2 ribu sampai Rp 3 ribu," jelasnya saat ditemui Tribunjateng.com di Pasar Kajen, Rabu (5/12/2018).

Ditambahkannya, kenaikan akan terus terjadi hingga tahun baru mendatang, dan puncaknya saat perayaan Natal akhir Desember.

"Biasanya harga akan terus naik, sebenarnya tidak hanya memberatkan para pembeli, kami pedagang pun mengalami penurunan omzet. Karena para pembeli mengurangi jumlah telur yang dibeli," paparnya.

Asih yang setiap harinya bisa menghabiskan 20 kotak telur, atau jika dihitung beratnya mencapai 400 kilogram, dengan kenaikan harga membuat pendapatannya menurun.

"Paling ya cuma 15 kotak atau 10 kotak yang laku, mau bagaimana lagi, pembeli juga membeli sedikit, yang biasanya 1 sampai 2 kilogram kini hanya separuhnya," tambahnya.

Sementara itu, Sri Setyaningsih (39) penjual sayur dan cabai di Pasar Kajen, menerangkan kubis dan cabai merah meningkatkan hingga 50 persen.

"Cabai merah keriting sekarang Rp 24 ribu, padahal seminggu lalu harganya Rp 16 ribu. Bawang merah juga mengalami kenaikan, Rp 16 ribu kini mencapai Rp 28 ribu perkilogramnya. Dan kubis Rp 4 ribu menjadi Rp 8 ribu," tuturnya.

Sri mengatakan, walaupun harga naik tapi ketersediaan sayuran tetap aman di pasaran, dan pembeli tidak berkurang.

"Selama ini pembeli hanya mengeluh, namun tidak mengurangi jumlah cabai, bawang merah dan kubis yang dibeli. Kemungkinan karena musim hujan jadi cabai, kubis dan bawang merah mengalami kenaikan," tambahnya.

Untuk mengatasi adanya lonjakan harga sejumlah komoditas pangan, Pemkab Pekalongan melalu Dinas Perdagangan dan Perindustrian akan melakukan tinjauan harga di beberapa pasar tradisional, Kamis (6/12) mendatang. (*)

Penulis: budi susanto
Editor: muslimah
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved