Tegakkan Perda, Satpol PP Kabupaten Pekalongan Segel Minimarket yang Menyalahi Aturan

Satpol PP Kabupaten Pekalongan menertibkan minimarket yang melanggar Perda Nomor 1 Tahun 2014 tentang penataan toko modern dan pasar tradisional.

Tegakkan Perda, Satpol PP Kabupaten Pekalongan Segel Minimarket yang Menyalahi Aturan
Tribun Jateng/ Budi Susanto
Petugas dari Satpol PP Kabupaten Pekalongan lakukan penyegelan di mini market berjejaring di Kecamatan Kajen, Rabu (5/12/2018).  

Laporan Wartawan Tribun Jateng, Budi Susanto

TRIBUNJATENG.COM, PEKALONGAN - Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kabupaten Pekalongan menertibkan minimarket yang melanggar Peraturan Daerah (Perda) Nomor 1 Tahun 2014 tentang penataan toko modern dan pasar tradisional.

Adapun tahun ini Satpol PP menemukan 10 toko modern jejaring dan satu toko modern non jejaring yang melanggar Perda.

Penyegelan dilaksanakan karena toko modern melanggar jarak yang sudah ditentukan dalam Perda, yang seharusnya berjarak minimal satu kilo meter dari pasar atau toko modern lainnya.

Kasatpol PP Kabupaten Pekalongan, Edi Widiyanto yang terjun langsung dalam penyegelan mini market menuturkan, pada Rabu (5/12/2018) pihaknya melakukan penyegelan dua mini market yang ada di Kecamatan Kajen dan Bojong.

"Tahun ini ada 11 yang terindikasi melanggar Perda, dan tahun lalu sudah ada enam mini market yang sudah disegel," jelasnya.

Edi menambahkan, penyegelan merupakan langkah yang diambil Pemkab karena pihak mini market sudah diperingatkan sebanyak tiga kali.

"Kalau pun mereka tetap ingin buka, mereka harus melepaskan semua atribut toko modern jejaringnya, dan mengubah status menjadi toko modern biasa. Kami hanya menjalankan tugas dan menegakkan Perda," tambahnya.

Masih dijelaskan Edi, beberapa pemilik toko ada yang masih mengurus ijin ke bupati langsung, sementara lainya ada yang meminta perpanjangan hingga batas sewa lahan habis untuk kemudian akan ditutup pihak pengelola.

"Kami juga melakukan penyegelan secara bertahap, tidak sertamerta menutup tanpa aturan, beberapa ada yang beralasan karena kasihan kepada para pegawai, dan kami menyadari hal tersebut, maka dari itu masih kami beri peringatan selama tiga kali," imbuhnya.

Pihaknya berharap, para pemilik toko modern jejaring mematuhi peraturan yang berlaku agar tetap bisa membuka usaha di Kabupaten Pekalongan.

"Jika masih ingin membuka usaha, para pemilik toko modern jejaring bisa memperbarui ijin, atau pindah sesuai dengan aturan jarak yang berlaku," tuturnya.(*)

Penulis: budi susanto
Editor: m nur huda
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved