Endorse Kosmetik Ilegal, Nia Ramadhani, Via Vallen, Nella & 4 Artis Lain Akan Dipanggil Polda Jatim

7 yang mengendorse kosmetik oplosan merek Derma Skin Care (DSC) yakni Nella Kharisma dan Via Vallen, NR (Nia Ramadhani), OR, MP, DK dan artis B

Endorse Kosmetik Ilegal, Nia Ramadhani, Via Vallen, Nella & 4 Artis Lain Akan Dipanggil Polda Jatim
ISTIMEWA
7 yang mengendorse kosmetik oplosan merek Derma Skin Care (DSC) yakni Nella Kharisma dan Via Vallen, NR (Nia Ramadhani), OR, MP, DK dan artis B 

TRIBUNJATENG.COM, SURABAYA - Polda Jatim segera memeriksa 7 artis yang mengendorse kosmetik oplosan merek Derma Skin Care (DSC).

7 yang mengendorse kosmetik oplosan merek Derma Skin Care (DSC) yakni Nella Kharisma dan Via Vallen, NR (Nia Ramadhani), OR, MP, DK dan artis B yang merupakan Disjoki (DJ) tersohor.

Penanganan kasus kosmetik oplosan yang dibomngkar Polda Jatim terus dikembangkan, termasuk dengan agenda memeriksa tujuh artis figure endrose kosmetik oplosan merek Derma Skin Care (DSC).

Foto-foto Kosmetik Ilegal yang Endorse 7 Artis, Ini Fakta Lengkapnya: Dari Awal Penyelidikan-Tarif

Tanggapan Ayu Ting Ting Soal Endorse Kosmetik Ilegal Nia Ramadhani, Via Vallen, Nella & 4 Artis Lain

Produsen Sebut Inisial 6 Artis yang Ikut Endorse Komestik Ilegal, Omzet Capai 300 Juta Per Bulan

Penyidik Subdit IV Tindak Pidana Tertentu (Tipiter) Direktorat Kriminal Khusus Polda Jawa Timur telah mempersiapkan agenda memanggil tujuh artis yang menjadi figure endrose kosmetik oplosan merek Derma Skin Care (DSC).

Pemanggilan sejumlah artis papan atas itu untuk keperluan memenuhi berkas Berita Acara Pemeriksaan (BAP).

Dari deretan nama artis yang akan dipanggil itu dua di antaranya adalah artis penyanyi Jawa Timur yang tengah naik daun , Via Vallen dan Nella Kharisma.

Penyidik telah menetapkan pemilik sekaligus pembuat kosmetik oplosan berinisial KIL sebagai tersangka terkait kasus kosmetik illegal tanpa izin edar dari Dinas Kesehatan dan BPOM tersebut.

Kabid Humas Polda Jatim, Kombes Pol Frans Barung Mangera menjelaskan penyidikan kasus perkara yang ditangani perlu pembuktian.

Penyidikan itu berawal dari banyaknya peminat (Konsumen) yang membeli produk kosmetik oplosan ini.

“Memang pemasarannya produk itu ada yang endorse dari tujuh artis terkenal,” ucapnya di Mapolda Jatim, kamis (6/12/2018).

Barung mengatakan pihaknya telah berencana memanggil tujuh selebritis sebagai saksi secara berkala untuk diperiksa terkait kasus produk kosmetik oplosan itu.

Pemanggilan tujuh artis itu mulai dari artis penyanyi Nella Kharisma dan Via Vallen.

Artis endrose lainnya adalah, Artis dipanggil NR (Nia Ramadani), OR, MP, DK dan artis B yang merupakan Disjoki (DJ) tersohor.

“Pemeriksaan yang bersangkutan apakah tahu kosmetik itu illegal tidak terdaftar registrasi Dinas Kesehatan dan BPOM,” pungkasnya. 

Sebelumnya, Anggota Subdit IV Tindak Pidana Tertentu (Tipiter) Ditreskrimsus Polda Jatim menggerebek klinik kecantikan yang berada di Desa Banaran Kecamatan Kandangan, Kabupaten Kediri.

Dari penggelahan itu, Polisi menemukan barang bukti 1.600 produk kosmetik oplosan yang diedarkan secara illegal.

Penyidik telah menetapkan pemilik sekaligus pembuat kosmetik oplosan berinisial KIL sebagai tersangka terkait kasus kosmetik illegal tanpa izin edar dari Dinas Kesehatan dan BPOM tersebut.

Saat ini, pihak Kepolisian Polda Jatim melakukan pemeriksaan terhadap tersangka mengenai pembuatan dan peredaran kosmetik oplosan tersebut. 

Sebelumnya, Kasubdit Tipiter Ditreskrimsus Polda Jatim, AKBP Rofik Ripto Himawan menjelaskan tersangka memakai jasa artis setiap satu minggu untuk memasarkan produk kecantikan ilegal oplosan yang tidak dilengkapi dokumen izin Dinas Kesehatan dan BPOM.

"Tarif endorse mulai Rp 7 juta hingga 15 juta," ungkapnya di Mapolda Jatim, Rabu (5/12/2018).

Rofik memaparkan sejumlah artis itu melakukan endorse yaitu berfoto dengan produk kosmetik kecantikan palsu.

"Kisaran salary (upah) endorse masing-masing artis berbeda sekitar Rp 15 juta," bebernya.

"Yang jelas mereka masing-masing artis per minggu dapat salary Rp 7 juta hingga Rp 15 juta, sesuai kontraknya," pungkasnya.(*)

Endorser data 300 juta sebulan

Produksi kosmetik ilegal di Kediri milik KIL diungkap Subdit Tipidter Ditreskrimsus Polda Jatim.

Kosmetik ilegal produksi Kediri beromzet ratusan juta rupiah per bulannya tersebut, ternyata juga telah beredar di pasaran.

Parahnya, produksi kosmetik ilegal di Kediri ini pernah menggandeng beberapa artis ibu kota.

Hal ini disampaikan Kabid Humas Polda Jatim, Kombes Pol Frans Barung Mangera.

Kombes Pol Frans Barung Mangera menyebutkan, ada sekitar enam artis yang sedang naik daun digunakan KIL demi meningkatkan pemasaran kosmetik ilegal.

Berdasarkan pengakuan KIL, keenam artis itu sengaja di-endorse (disponsori) untuk meningkatkan pamor produk kosmetik ilegalnya.

Kombes Pol Frans Barung Mangera menuturkan, terungkapnya kasus kosmetik ilegal tersebut bermula dari pengaduan masyarakat.

Seusai menerima aduan itu, personel Subdit Tipidter Ditreskrimsus Polda Jatim lantas menelusurinya.

Seketika itu, ada temuan di sebuah rumah produksi yang berada di Kabupaten Kediri.

Kosmetik ilegal di rumah produksi tersebut belum mengantongi izin dari BPOM.

"Sudah dijual, padahal sejumlah produk yang dibuat tersangka (KIL) belum memperoleh izin dari Dinas Kesehatan dan BPOM," ujar Kombes Pol Frans Barung Mangera, Selasa (4/12/2018).

Kombes Pol Frans Barung Mangera menambahkan, di dalam rumah itu, ada praktik beserta penjualan berbagai item dari kosmetik berlabel DSC.

KIL mengaku, dirinyalah yang mengelola beragam kosmetik ilegal dan aktivitas dalam rumah produksi yang digerebek itu.

Kini, KIL telah berstatus tersangka dan ditahan di Sundit Tipidter Ditreskrimsus Polda Jatim.

Raup Omzet 300 Juta Per Bulan

KIL, pemilik rumah kecantikan dan produksi kosmetik ilegal asal Kediri pernah meng-endorse para artis untuk mempromosikan produknya.

Diketahui, KIL tak hanya memproduksi beragam produk kecantikan ilegal, tapi juga nekat mengoplos komposisi berbagai produk kecantikan yang dibuat di rumah produksinya.

Ditreskrimsus Polda Jatim, Kombes Pol Ahmad Yusep Gunawan menjelaskan, produk KIL sempat mengendorse para artis melalui Instagram.

Tersangka menggandeng artis agar omzet yang diperoleh semakin besar.

"Pengakuan tersangka, omzetnya hingga Rp 300 jutaan per bulannya," tegas Yusep, Selasa (4/11/2018).

Yusep mengimbuhkan, keenam artis yang diendorse KIL itu dirasanya memang tak tahu menahu bila produk yang diolah KIL merupakan produk ilegal.

Kendati demikian, guna pengembangan, tak menutup kemungkinan beberapa artis itu juga akan dipanggil ke Polda Jatim untuk dimintai keterangan terkait kasus itu

"Bila memang diperlukan, kami akan memintai keterangan artis yang diendorse itu," lanjut Yuseo.

Data yang diperoleh TribunJatim.con dilapangan menyebutkan, beberapa artis yang telah diendorse produk DSC itu mulai dari VV, NR, MP, NK, DJB, dan DK.

Bahkan, tak menutup kemungkinan masih ada beberapa artis terkenal lainnya yang juga diendorse oleh KIL.

 (TribunJatim.com/Pradhitya Fauzi)

Artikel ini telah tayang di Tribunjatim.com dengan judul Polda Jatim Temukan Rumah Produksi Kosmetik Ilegal di Kediri, Produknya Pernah Endorse Para Artis.

Editor: galih permadi
Sumber: Surya Malang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved