Beri Kuliah Umum di UMK, Ganjar : Tidak Perlu Debat Perkara Cebong Kampret

Menurut Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo, hal itu merupakan bagian dari debat yang tidak bermutu.

Beri Kuliah Umum di UMK, Ganjar : Tidak Perlu Debat Perkara Cebong Kampret
ISTIMEWA
Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo saat mengisi kuliah umum di Universitas Muria Kudus, Jumat (7/12/2018) 

Dirinya mendapatkan cerita pengalaman dari Wakil Gubernur Jawa Tengah Gus Yasin yang pernah belajar di Syria, kondisi Syria masyarakatnya beragam dan damai.

Namun kini porak pranda karena kebhinekaan yang hilang.

"Adanya fitnah antarsaudara membuat negara hancur, tentunya di dukung intervensi dari luar," ujarnya.

Sehingga kebhinekaan yang merupakan modal penting bangsa Indonesia harus terus dijaga.

Sehingga Indonesia tidak bernasib seperti Syria.

Akibat negara Syria porak poranda, banyak anak yang kehilangan orang tuanya, perekonomian hancur dan kemiskinan sudah tidak bisa terhindarkan.

Untuk itu, Ganjar berpesan agar mahasiswa melihat ‘keluar’ untuk menambah wawasan.

Sehingga mampu meningkatkan kualitas sumber daya manusia (SDM) dan nantinya bermanfaat bagi dirinya sendiri dan Indonesia.

Rektor UMK, Suparnyo mengatakan, kuliah umum dilakukan karena mengingat pentingnya memahami kebhinekaan bagi masyarakat, terutama mahasiswa.

Dengan kuliah umum tersebut, mahasiswa diharapkan mendapatkan wawasan dari gubernur yang merupakan kepala daerah.

Mahasiswa tentunya harus menjadi salah satu penggeraknya, sehingga memahami sebuah kebhinekaan menajdi penting.

"UMK ada sekitar 10.000 mahasiswa yang berasal dari berbagai daerah, dengan kuliah umum ini tentu sangat bermanfaat bagi mahasiswa," ujarnya.(*)

Penulis: Rifqi Gozali
Editor: galih permadi
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved