Foto-foto Kosmetik Ilegal yang Endorse 7 Artis, Ini Fakta Lengkapnya: Dari Awal Penyelidikan - Tarif

Dua dari tujuh artis endorse produk kecantikan ilegal bermerek Derma Skin Care (DSC) diduga Via Vallen dan Nella Kharisma

Foto-foto Kosmetik Ilegal yang Endorse 7 Artis, Ini Fakta Lengkapnya: Dari Awal Penyelidikan - Tarif
Kolase/Surya/mohammad romadoni
Dua dari tujuh artis akan dipanggil Polda Jatim karena mempromosikan produk kosmetik ilegal hasil oplosan dari sebuah klinik kecantikan di Kediri yang digerebek beberapa waktu lalu. 

TRIBUNJATENG.COM - Menggunakan jasa tujuh artis terkenal sebagai endorser, kosmetik ilegal yang  berbahan baku dari luar negeri ini diberitakan bisa memicu kanker.

Dua dari tujuh artis endorse produk kecantikan ilegal bermerek Derma Skin Care (DSC) diduga Via Vallen dan Nella Kharisma.

Selain itu nama Nia Ramadhani juga disebut.

Daftar 13 Kosmetik Ilegal yang Ditarik BPOM, Kandungan dan Bahayanya Bagi Kulit

Daftar Produk Kosmetik Berbahaya yang Dirilis BPOM Mulai 2009 hingga 2018, Cek yang Kamu Pakai!

BPOM Rilis 56 Produk Kosmetik Berbahaya, Inilah Daftar Lengkapnya

Tim Subdit IV Tindak Pidana Tertentu Direktorat Reserse Kriminal Khusus Polda Jawa Timur mengungkap kasus ini setelah menggerebek sebuah klinik kecantikan di Desa Banaran, Kecamatan Kandangan, Kabupaten Kediri.

Kasus ini terungkap berdasarkan pengaduan masyarakat.

Berikut TribunJateng.com rangkum keterlibatan tujuh artis endorse dalam kasus ini dari berbagai sumber.

Selain itu foto-foto produk kosmetik berbahaya tersebut.

Pemilik berinisial KIL

Kasubdit Tipiter Ditreskrimsus Polda Jatim, AKBP Rofik Ripto Himawan, membeberkan KIL, pemilik barang bukti kosmetik oplosan di klinik tersebut sudah ditetapkan sebagai tersangka.

Dari penggeledahan di klinik kecantikan tersebut, polisi menemukan barang bukti 1.600 produk kosmetik oplosan yang diedarkan secara ilegal.

Menurut Rofik, KIL orang yang mengoplos kosmetik ilegal tanpa izin edar dari Dinas Kesehatan dan BPOM tersebut.

Penyidik Polda Jatim masih memeriksa tersangka mengenai pembuatan dan peredaran kosmetik oplosan tersebut.

Bahan baku bisa sebabkan kanker

Penyidik Subdit Tipiter Ditreskrimsus Polda Jatim masih fokus menyidik kasus peredaran produk kosmetik oplosan buatan KIL.

"Ada dua prioritas penyidikan antara lain pembuatan atau produksi kosmetik oplosan dan praktik jasa kecantikan yang juga ilegal," ujar Rofik di Polda Jatim, Rabu (5/11/2108).

Pelaku KIL memproduksi berbagai kosmetik kecantikan mulai dari sabun muka, cream siang dan malam, serum dan lainnya.

Kosmetik oplosan tersebut berpotensi berbahaya apabila digunakan karena tidak ada izin dari Dinas Kesehatan dan BPOM.

"Produksi kosmetik ilegal ini komposisi takarannya asal-asalan tidak bisa dipertanggungjawabkan," sambung Rofik.

Masih kata Rofik, penggunaan kosmetik ilegal hingga serum pemutih kulit sangat berbahaya jika tidak dilakukan oleh dokter yang berkompeten di bidangnya.

"Efek samping bisa menyebabkan kanker," jelasnya.

Berdasar hasil penyidikan sementara, penyidik menduga pelaku membeli bahan baku kosmetik ini dari luar negeri, karena sebagiannya tidak diproduksi di dalam negeri.

"Belum dipastikan, tetapi penyidikan mengarah ke sana" ucap dia.

Foto-foto produk Derma Skin Care

Dari hasil penggeledahan, berikut foto-foto produk kosmetik DSC dari pembersih muka, aneka krim hingga serum.

Kasubdit Tipiter Ditreskrimsus Polda Jatim, AKBP Rofik Ripto Himawan membeberkan barang bukti kosmetik oplosan. Dalam kasus ini, polisi berencana memanggil sejumlah selebritis yang menjadi endorser.
Kasubdit Tipiter Ditreskrimsus Polda Jatim, AKBP Rofik Ripto Himawan membeberkan barang bukti kosmetik oplosan. Dalam kasus ini, polisi berencana memanggil sejumlah selebritis yang menjadi endorser. (surabaya.tribunnews.com/mohammad romadoni)
Polda Jatim rilis kasus temuan rumah produksi kosmetik ilegal di Kediri, Selasa (4/12/2018).
Polda Jatim rilis kasus temuan rumah produksi kosmetik ilegal di Kediri, Selasa (4/12/2018). (Istimewa/TribunJatim)
Barang bukti produk kosmetik ilegal diamankan di Mapolda Jatim, Selasa (4/12/2018)
Barang bukti produk kosmetik ilegal diamankan di Mapolda Jatim, Selasa (4/12/2018) ((KOMPAS.com/ACHMAD FAIZAL))

Simak pula videonya:

Gandeng artis papan atas

Dua dari tujuh artis akan dipanggil Polda Jatim karena mempromosikan produk kosmetik ilegal hasil oplosan dari sebuah klinik kecantikan di Kediri yang digerebek beberapa waktu lalu.
Dua dari tujuh artis akan dipanggil Polda Jatim karena mempromosikan produk kosmetik ilegal hasil oplosan dari sebuah klinik kecantikan di Kediri yang digerebek beberapa waktu lalu. (Kolase/Surya/mohammad romadoni)

KIL mengeluarkan anggaran puluhan juta menggandeng artis papan untuk memasarkan produk kosmetik ilegal hasil oplosannya.

Ada tujuh artis yang menjadi endrose produk kecantikan pemutih ilegal tersebut, dua di antara mereka adalah penyanyi berinisial VV dan NR.

Artis endrose lainnya adalah, OR, MP, NK, DK dan artis B yang merupakan DJ ternama. Jasa mereka KIL gunakan setiap satu minggu.

"Tarif endrose mulai Rp 7 Juta hingga 15 juta," ungkap KIL di Mapolda Jatim, Surbaya, Rabu (5/12/2018).

Rofik memaparkan sejumlah artis itu mempromosikan produk dengan memamerkan foto produk kosmetik kecantikan yang diminta KIL.

"Kisaran salary (gaji) endrose masing-masing artis berbeda sekitar Rp 15 juta," dia menambahkan.

Apakah yang dimaksud artis endrose VV itu adalah Via Vallen dan NR Nella Kharisma? Rofik mengatakan tidak bisa menyebutkan karena saat ini proses penyidikan masih berlanjut.

"Tidak bisa kami sampaikan. Yang jelas, masing-masing artis per minggu dapat gaji Rp 7 juta hingga Rp 15 juta, sesuai kontraknya," tegas dia.

Bakal periksa tujuh artis

Kabid Humas Polda Jatim Kombes Frans Barung Mangera menjelaskan penyidikan kasus perkara kosmetik ilegal perlu pembuktian.

Penyidikan itu berawal dari banyaknya peminat (konsumen) yang membeli produk kosmetik oplosan ini.

“Memang pemasarannya produk itu ada yang endorse dari tujuh artis terkenal,” ucap Barung di Mapolda Jatim, Kamis (6/12/2018).

Barung mengatakan pihaknya telah berencana memanggil tujuh artis sebagai saksi secara berkala untuk dimintai keterangannya terkait kasus produk kosmetik oplosan itu.

Pemanggilan tujuh artis itu mulai dari pedangdut NK dan VV. Artis endorse lainnya adalah NR, OR, MP, DK dan B yang merupakan DJ tersohor.

“Pemeriksaan yang bersangkutan apakah tahu kosmetik itu ilegal tidak terdaftar registrasi Dinas Kesehatan dan BPOM,” beber dia.

Via Vallen tanggapi santai

Satu dari keenam artis endorse produk kecantikan yang beromzet ratusan juta per bulan tersebut diduga Via Vallen. Ia pun akhirnya memberikan tanggapan terkait hal tersebut.

i
Komentar Via Vallen (Instagram Via Vallen)

Pantauan TribunJakarta.com, vermula dari berita nama Via Vallen yang dikaitkan dengan kasus produk kecantikan ilegal yang sedang viral di Instagram.

Salah seorang follower bertanya kepada Via Vallen soal kasus tersebut.

"Itu gimana kabar di Lambe Turah? kenapa harus dibawa-bawa kamu?"

Via Vallen mengaku menikmati segala ujian yang diberikan tuhan kepadanya. Ia percaya Tuhan tak akan memberikan ujian di luar kemampuan seorang manusia.

Ia meminta pengikutnya santai menanggapi permasalahan itu.

"Sudah dinikmatin saja, Allah enggak akan ngasih ujian di luar batas kemampuan manusia, jadi slow aja," tulis Via Vallen dikutip TribunJakarta dari laman Instagram pada Rabu (5/12/2018).

Pelaku KIL seorang diri mengelola dan mengoplos beragam produk di klinik kecantikannya. (Tribunjateng/Surya/TribunJakarta.com)

Editor: muslimah
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved