MA Nonaktifkan Hakim PN Semarang Karena Tersangkut Kasus Dugaan Suap Bupati Jepara

Bupati Jepara, Ahmad Marzuqi, dan hakim Pengadilan Negeri (PN) Semarang, Lasito, telah dijaring sebagai tersangka oleh Komisi Pemberantasan Korupsi

TRIBUN JATENG/HESTY IMANIAR
Kantor PN Semarang Sepi Usai Seorang Hakim PN Semarang, Lasito dan Bupati Jepara Ditetapkan Tersangka 

TRIBUNJATENG.COM, JAKARTA -- Bupati Jepara, Ahmad Marzuqi, dan hakim Pengadilan Negeri (PN) Semarang, Lasito, telah dijaring sebagai tersangka oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

Buntutnya, Mahkamah Agung memberhentikan sementara Lasito dari kedudukan sebagai hakim.

"Terhadap hakim tersebut diberhentikan sementara sebagai hakim. Pemberhentian tetap hanya bisa dilakukan oleh Presiden," ujar Kepala Biro Hukum dan Hubungan Masyarakat Mahkamah Agung, Abdullah, di kantor Mahkamah Agung (MA), Jakarta, Jumat (7/12).

Menurutnya, MA sangat mendukung proses penegakan hukum terhadap jajaran lembaga peradilan tersebut.

"MA tak mentolerir aparatur MA yang tersangkut tipikor (tindak pidana korupsi)," tambahnya.

Menurut KPK, Bupati Ahmad Marzuqi diduga memberikan uang suap sekira Rp 700 juta kepada Lasito.

Hingga Jumat, Lasito masih melakukan aktivitas di PN Semarang. Namun ia memilih bungkam ketika dimintai komentar soal kasus yang menjeratnya.

"Ke humas (Bagian Humas PN Semarang) saja langsung, nanti saya bisa menyalahi kode etik," katanya.

Hakim Lasito menyebut keterangan apapun yang menyangkut kasusnya disampaikan satu pintu, yaitu melalui humas atau Juru Bicara PN Semarang.

Ketua PN Semarang, juga Purwono enggan memberikan komentar, dan meminta langsung ke Humas PN.

Halaman
1234
Editor: Catur waskito Edy
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved