Wali Kota Salatiga Minta Koperasi Berinovasi Menyesuaikan Teknologi

Wali Kota Salatiga, Yuliyanto meminta koperasi di Kota Salatiga melakukan inovasi dengan menyesuaian teknologi yang terus berkembang.

Wali Kota Salatiga Minta Koperasi Berinovasi Menyesuaikan Teknologi
ISTIMEWA
Wali Kota Salatiga memberikan sambutan saat pembukaan Seminar nasional Lembaga Penjamin Simpanan Koperasi (LPSK), Senin (10/12/18) 

Laporan Wartawan Tribun Jateng, Eka Yulianti Fajlin

TRIBUNJATENG.COM, SALATIGA - Wali Kota Salatiga, Yuliyanto meminta koperasi di Kota Salatiga melakukan inovasi dengan menyesuaian teknologi yang terus berkembang.

Tujuannya agar ekonomi kerakyatan di kota Salatiga harus tetap eksis, hidup, bergerak secara masif sehingga kesejahteraan masyarakat bisa meningkat baik.

"Koperasi harus berinovasi dan menyesuaikan dengan perkembangan teknologi, agar koperasi tidak jadul sehingga anak muda juga harus mencintai koperasi," tutur Yuliyanto saat membuka seminar nasional Lembaga Penjamin Simpanan Koperasi (LPSK) di Ruang Kaloka, Gedung Setda Lantai IV, Senin (10/12/18).

Menurutnya, hadirnya LPSK akan memberikan pengaruh dan pengawasan terhadap koperasi.

Perkembangan koperasi di masyarakat diharapkan bisa lebih baik sehingga kepercayaan terhadap wadah ini akan semakin memenuhi kebutuhan masyarakat.

Aadanya seminar nasional LPSK, lanjutnya, koperasi dapat menyatukan arah, strategi dan langkah kebijakan.

Hal ini sesuai dengan tiga prioritas yang telah dicanangkan pemerintah, yakni di sisi pendidikan, kesehatan, koperasi dan ekonomi kerakyatan.

Hasilnya bisa sangat terukur yakni bisa dilihat dari angka kemiskinan di 2016 dan 2017 berada di angka 5,17 % terkecil di Jawa tengah dengan IPM tertinggi di Jateng.

"Kalau semua faktor itu kita dukung bersama dengan adanya koperasi yang sehat, pada akhirnya masyarakat kita bisa sejahtera," imbuhnya.

Sementara itu, Kepala dinas Koperasi dan Usaha Kecil Menengah Kota Salatig, Wuri Pujiastuti mengatakan, adanya koperasi yang baik dan nyaman akan memberikan jaminan ke masyarakat untuk melakukan simpan pinjam. Hadirnya LPSK akan sangat membantu masyarakat untuk lebih percaya untuk berkoperasi.

"Tak dipungkiri, kepercayaan masyarakat terhadap koperasi saat ini memang agak menurun. Maka, diharapkan koperasi memiliki terobosan agar gerakan koperasi bisa lebih baik lagi," ungkap Wuri.

Seminar nasional Lembaga Penjamin Simpanan Koperasi (LPSK) ini juga menghadirkan tiga narasumber yakni Suwandi dari Kementrian Koperasi dan UKM RI, Marwata dari UKSW Salatiga dan Djulay Iskandar dari Kospin Jasa Pekalongan. (*)

Penulis: Eka Yulianti Fajlin
Editor: galih permadi
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved